Dua Puluh Detik yang Tak Terduga
Pagi ini, Jumat, 23 Oktober 2026, saya memulai hari dengan planning yang tertata. Saya harus berangkat pagi ke sekolah. Di sana sudah menunggu koreksian dua kelas lagi yang belum selesai; ada proposal kegiatan yang perlu direvisi; ada administrasi pembelajaran yang belum terselesaikan. Ah, pokoknya hariku tertata dengan rapi.
Namun, Allah berkehendak berbeda. Pagi ini, paha kanan saya qadarullah tersiram air panas. Seperti biasa, setiap pagi saya masak air untuk mandi karena tidak bisa mandi air dingin. Hal yang rutin dillakukan bahkan SOP nya jelas, sistematis, dan minim kesalahan. Ternyata kita memang tidak pernah tahu nasib kita di hadapan walau hanya dua puluh detik sekalipun. Ketika saya menuang air panas ke dalam ember, Alhamdulillah air berpindah selamat ke dalam ember. Tibalah waktunya saya mengangkat ember kecil tersebut ke dalam kamar mandi. Rupanya, ember tersebut sudah mulai regas. Sempat dua minggu lalu menetes air panas ke kaki saya. Tapi cek n ricek tidak ada yang bocor. Sempat terpikir untuk membeli ember pengganti, namun sering lupa. Akhirnya tibalah saat itu. Ketika ember diangkat, air panas mengucur lancar melalui dasar ember mengenai paha kanan saya yang masih berbalut daster setelan atas bawah celana panjang. Celana panjang saya basah dengan air panas menembus paha bagian kanan.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar!" saya spontan berteriak berulang-ulang hingga anak bujang saya yang masih tertidur pulas bahkan kadang susah dibangunkan untuk salat subuh, segera bangun; bergegas menghampiri saya walau matanya pun masih belum sempurna terbuka menuju saya di dapur.
Sementara saya sudah berlari ke kamar mandi dan menyiram bagian tubuh yang tersiram dengan air panas dengan air kamar mandi berulang-ulang untuk menghilangkan rasa sakit. Suami saya yang baru selesai salat subuh menghampiri saya dan memberikan air es agar tidak melepuh. Alhamdulillah rasa panas mereda dari sebelumnya. Tampak paha kanan merah melepuh seluas jari tangan terbuka.
Keinginan saya untuk mandi dan berangkat ke sekolah akhirnya tertunda. Yang saya lakukan adalah mendaftar ke JKN untuk berobat di puskesmas. Awalnya ingin berangkat ke sekolah karena terbayang pekerjaan menunggu di sana. Namun dampak terkena air panas tersebut masih terasa dan kulit yang berdampak terasa sakit jika bersentuhan dengan pakaian.
Alhamdulillah di Puskesmas dilayani dengan baik. Saya diberi obat minum dan salep. Saya ikuti petunjuk dokter agar cepat sembuh. Alhamdulillah, kulit yang berdampak membaik. Area merah dan nyeri berkurang dan mulai aman terkena pakaian.
Ada beberapa hikmah yang saya dapati hari ini. Serapi apapun kita berencana, ada Allah yang Maha Berkehendak. Sesakit apapun yang kita rasakan, jika kita mau berikhtiar, ada Allah yang menyembuhkan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
