CICAK-CICAK DI DINDING
Kawan-kawan Gurusianer pasti tahu dan hafal lagu anak-anak tentang cicak yang sering dinyanyikan oleh anak-anak TK/PAUD. Lagu yang menceritakan tentang pengenalan hewan cicak dan caranya mencari mangsa sebagai sumber kehidupannya tersebut hasil karya A.T. Mahmud.

Dahulu, kala masih anak-anak saya sering menjadikan cicak sebagai sasaran "ajar titis" latihan ketepatan njepret cicak pakai karet gelang. Sama sekali tak ada niatan membunuh apalagi menjalankan sunnah nabi tentang cicak yang belakangan viral karena disampaikan oleh seorang ustaz yang viral di media sosial. Sama sekali dahulu tidak pernah mendapatkan ajaran tersebut. Cicak yang kena jepret karet tak pernah ada yang mati, paling cuma jatuh. Jika ada kucing melihat cicak yang jatuh itu pasti diburunya, ketangkap lalu mati karena dimakan oleh kucing. Lentingan karet yang ditembakkan (seperti pada gambar di bawah) tidak akan mempunyai daya bunuh etrhadap cicak karena jaraknya relatif jauh.
Terus terang saya pribadi tak tega membunuh cicak. Masih banyak ladang pahala yang lain jika hendak melaksanakan sunah Rasul. Jika setiap ada cicak harus diburu dan dibunuh, lalu siapa yang akan memangsa nyamuk? Bukankah ini malah memutus ekosistem? Nyamuk akan semakin banyak berkembang biak karena ketiadaan cicak sebagai pemangsanya. Oleh karena itu untuk mengurangi jumlah cicak di rumah dengan cara "menjebaknya" menggunakan perangkap isolatif di dinding/meja agar terperangkap lengket tubuhnya ke isolatih mada saat cicak mendekati makanan di meja (lihat gambar ilustrasi utama). Cicak yang tertangkap lalu diberikan kepada Black Pussy dan saudaranya agar merasakan variasi makanan.


[Rangkasbitung-12062021]
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
