BADGE SEKOLAH
Manteman masih menyimpan seragam SMP/SMA tempo dulu? Dahulu semasa sekolah aku suka ngoleksi "tanda peserta" suatu kegiatan. Mungkin anak sekolah sekarang menyebutnya name tag? Kebanyakan tanda peserta dibuat dari kain yang disablon, lalu dikaitkan/dikenakan pada baju peserta menggunakan peniti. Untuk kenang-kenangan aku tempelkan di pintu bagian dalam lemari buku. Pulang akhir tahun kemarin masih tersisa beberapa lembar. Ada badge OSIS, pramuka ambalan Setiabudhi dan racana Wijaya, juga badge pecinta alam Resmaepala (Remaja SMA Empat Pecinta Alam).
Ada satu badge yang menarik perhatian, bisa jadi itu kenangan tersisa yaitu badge OSIS. Bagi saya, dibanding badge OSIS yang sekarang berlaku lebih kreatif dan menarik yang dahulu, karena setiap sekolah berbeda dan ada ciri ikon daerahnya (kota/provinsi). Mungkin ini salah satu alasan badge OSIS SMP, SMA/SMK dan SD dibuat seragam secara nasional sesuai dengan tingkatannya. Padahal yang dahulu ada identitas nasionalnya berupa Merah Putih dan Garuda Pancasila
Dahulu, nama sekolah dan daerah bersatu dengan logo OSIS yang dipasang pada saku kemeja (seperti logo OSIS sekarang). Tidak ada tempelan di lengan baju siswa. Seperti nampak di badge SMAN 4 Semarang, almamaterku (lihat gambar caption). Ada ikon daerah, siluet Candi Borobudur (Provinsi Jawa Tengah) dan Tugu Muda (Kota Semarang). Lambang Ganesha merupakan simbol sekolah. Yang saya ingat pergantian logo itu terjadi waktu kelas 2 SMA (1982/1983). Sejak itu nama sekolah dan lokasinya terpasang di lengan baju sebelah kanan, badge sekolah lengan baju sebelah kiri, dan logo OSIS di saku baju sebelah kiri.


Mungkin manteman bertanya mengapa logo SMAnya ( SMAN 3 dan 4)sama persis dengan beda pada angka nomenklatur sekolah. Sejarahnya dahulu SMAN 4 Semarang satu lokasi gedung di jalan Pemuda Semarang. Persisnya tahun berapa dipisah dan pindah ke Banyumanik, saya kurang tahu. Yang teringat saat kelas 1 SMA lokasinya masih gersang, jika hujan becek tanah liat merah. Jumlah ruang kelas baru 18 (setiap tingkat 6 rombel). Ruang mushala masih darurat, separuh ruang kelas luasnya, sehingga jika shalat dhuhur banyak yang di ruang kelas, bahkan yang laki-laki ada yang menggunakan meja sebagai tempat shalat. Tapi ruang laboratorium IPA dahulu sudah ada dua ruang. Bangunan masjid sekolah (gambar bawah) baru diresmikan bulan Januari 2022, hasil gotong royong alumni lintas angkatan.
Graha Pasir Ona, 20 Januari 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
