DAPAT PUJIAN DARI TEMAN LAMA
Jika engkau ingin tahu kelemahanmu, maka dengarlah kata orang yang membencimu.Tetapi kalau ingin tahu kebaikanmu maka tanyalah pada orang yang menyukaimu atau sahabatmu. Entah kalimat tersebut pendapat orang bijak ataukah nasihat yang sudah lama ada. Setidaknya pernyataan itu ada benarnya menurut pendapatku setelah menanyakannya kepada beberapa orang yang kukenal baik. (entah kalau yang bersangkutan tidak jujur saat kutanya)
Berikut ini salinan tulisan seorang teman lama, pernah ketemu ketika ada kegiatan pramuka mahasiswa semasa kuliah di IKIP. Sesudahnya, belum pernah bertemu lagi hingga saat tulisan ini dibuat. Ketemu dengannya via WA/telepon pada awal pandemi tahun 2020. Ira Isvandriya namanya, mahasiswa fakultas hukum Unsoed Purwokerto, sekarang berprofesi sebagai guru SMPN di Purwokerto.
Sebenarnya agak bingung juga kalau harus menceritakan tentang sahabatku yang satu ini. Perkenalan kita yang diawali dari suatu kegiatan kampus lebih dari 30 th lalu, sempat terputus karena waktu, jarak dan perjuangan menggapai cita-cita.
Dia kuliah di IKIP Semarang, sedangkan aku mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed Purwokerto. Setelah sekian lama hilang bagai ditelan bumi, Alhamdulillah akhirnya Allah memberi kesempatan kepada kita untuk menyambung tali silaturahmi. Pandemi Covid-19 mempertemukan kita melalui seorang teman yang sebetulnya juga baru aku kenal di Grup WA Kegiatan Webinar yang digagas PB PGRI dan kecanggihan teknologi saat ini.
Sejak pertama bertemu dilanjut dengan beberapa pertemuan berikutnya karena suatu kegiatan kampus tingkat Provinsi maupun Nasional. Mas Isac Isnain adalah seorang yang terkesan pendiam dan tenang. Namun ternyata enak diajak ngobrol. Dia seorang sahabat yang sangat baik, ramah dan perhatian.
Hobinya merangkai kata sepertinya sudah dimiliki sejak muda, terbukti ketika dulu berkirim surat berlembar-lembar kertas dia tulis dengan pemilihan diksi yang apik dan dirangkai indah dan kadang berisi lelucon sehingga enak dinikmati. Dulu saya sering tersenyum saat menikmati lelucon dan candaannya melalui suratnya.
Setelah 30 tahun lebih tak pernah saling berkabar, ternyata mas Isac masih seperti yang dulu, baik, ramah, perhatian dan humoris. Hoby menulisnya terus terasah, hal ini terbukti dari beberapa karyanya yang pernah kubaca di facebook, Blog, dan chat WA.
Sahabatku teruslah berkarya, dan menginspirasi. Jangan pernah puas dengan hasil yang sudah kau capai. Tangga yang telah kau tapaki masih belum usai karena ia tak berujung.
Salam dan doaku selalu. Semoga sukses !
Itulah pendapat seorang teman yang hanya dua kali pernah bertemu dalam suatu kegiatan kemahasiswaan, tetapi berlanjut dengan berkirim surat (belum musim HP). Manteman pembaca boleh berpendapat dari perkenalan kita di kerajaan Gurusiana Madangkara. Boleh mengkritik atas komen saya ketika ber-skss selama ini. Tak perlu takut dikirimi pelet dari Banten, sebab peletnya jadi makanan ikan yang ada di kolam rumah dan sekolah.
Salam literasi.
Graha Pasir Ona, 23 Januari 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
