GURUSIANER PENYEBAR HOAKS DAPAT PENGHARGAAN GURUSIANA 365
Bulan Desember 2021 jagat Gurusiana-MediaGuru dihebohkan dengan kasus plagiasi oknum Gurusianer dari Sumatera Barat atas karya Gurusianer Baiq Sumiati dari Lombok. Tak tanggung-tanggung, sebelas tulisannya di Gurusiana dibajak dengan mengganti ilustrasi gambar, nama tokoh, dan istilah bahasa daerah yang ada. Bodohnya lagi, tulisan tersebut diunggah di blog Gurusiana, padahal oknum tersebut sering ber-SKSS dengan penulisnya.
Setelah Bu Baiq melaporkan kepada MediaGuru dan berkomunikasi dengan pelakunya, dengan tanpa "rasa sesal" si pelaku meminta maaf dan menambahkan tulisan "disadur dari ..." di akhir artikelnya. Hal ini membuat geram Pemred MediaGuru sehingga mengadakan webinar "Lawan Plagiarisme" pada tanggal 26 Desember 2021.
Tidak cukup itu, atas restu CEO MGI, oknum Gurusianer tersebut diberikan sanksi berlapis-lapis. Keanggotaan Klub Elit 365 dicabut, seluruh piagam penghargaan dari Gurusiana-MediaGuru dibatalkan, dilarang posting tulisan di Gurusiana selama sepuluh tahun. Kapok ora kowe?
Begitu berat sanksi yang dijatuhkan pihak MediaGuru kepada sang plagiator, dikarenakan yang bersangkutan menjadi tokoh penggerak literasi di daerahnya dan pernah diundang sebagai nara sumber dalam kegiatan literasi. Kecolongan kasus plagiasi tidak menjadikan MediaGuru lebih selektif dan waspada memilih nara sumber webinar Anugerah Gurusiana 365 hari ini. Kok bisa? Keep calm, manteman!
Dalam acara yang digelar melalui Zoom tepat awal tahun 2022 mulai pukul 09.00 wib, MediaGuru menghadirkan sebelas Gurusianer anggota klub elit Gurusiana 365. Pemred MGI Eko Prasetyo memberi pengantar sekaligus membuka acara webinar. Dari sebelas pembicara. Gurusianer 365 tersebut berasal dari berbagai kalangan pendidikan, ada pengawas, ustazah, kepala sekolah, dan guru bidang studi. Hanya dua orang yang berlatar belakan guru bahasa (Indonesia dan Inggris).
Berbagai pengalaman yang luar biasa dalam menyelesaiakan tantangan 365 hari menulis tanpa jeda. Ada yang harus menembus banjir, berburu sinyal hingga ujung komplek, naik ke tempat yang lebih tinggi, tetring wifi, dan membelah malam membuat paket qiyamulail dan menulis. Ilmu HATI juga disampaikan oleh Bunda Nurzaitun dan Kang Burhani yang mengaku Pemula dan Pemalu. Maksudnya PEnulis MUlai LAncar dan PEnulis MAhir LUar biasa.
Nah yang diluar dugaan justru datang dari Bunda Yunita Kirnawati, penulis dari Tanjung Pinang, Sumatera. Jika narasumber lainnya mendorong para penulis menjadi dirinya sendiri (Be Your Self), dengan cara selalu belajar dan banyak membaca karya orang lain yang berkualitas, memiliki integritas dan tidak melakukan plagiasi. Bu Yunita malah dengan bangga menyebar HOAKS kepada para peserta webinar di room Zoom dan YouTube.
Mengapa dua moderator ceria dan enerjik (Bunda Nuraeni dan Wiwik Puspitasari) tidak menyetop pembicaraannya? Bahkan memuji penyebar hoaks tersebut? Ternyata hoaks yang disebarkan bukan berupa berita bohong, melainkan sebuah akronim yang merupakan resep menghadapi tantangan Gurusiana 365.
HOAKKS yang dimaksudkan oleh Bu Yunita Kirnawati adalah:
Hasut diri sendiri untuk mulai menulis dan mengikuti tantangan gurusiana
Outline, tulisan apa yang akan dibuat agar tertata artikelnya
Analisa apa yang layak diposting, berkualitas dan tidak mnyinggung hal-hal yang dilarang dalam komunitas
Kumpulkan sebanyak mungkin informasi untuk mendukung data bahan tulisan
Konsisten, sempatkan minimal 10 menit di depan laptop/gawai untuk menulis zsetiap hari
Semangati diri sendiri. siapa lagi yang akan memberi semangat selain diri sendiri. Dukungan keluarga dan teman merupakan faktor dari luar.
Demikianlah sekelumit catatan dari webinar Anugerah Gurusiana 365 di awal tahun 2022. Anda tertarik menjadi anggota klub elit Gurusiana 365? Ikuti tantangannya mulai hari ini agar lebih mudah mengingatnya sudah menyelesaikan tantangan hari ke-30, 60, 90, 180, 270, dan 365. Jika salah satu nara sumber tadi mengaku golongan lansia bisa, mengapa anda yang lebih muda tidak bisa? Menjadi guru penulis bukan monopoli guru bahasa Indonesia dan Seni Budaya. Bahkan satu di antara nara sumber webinar dijuluki sebagai guru sastra fisika. Opo tumon?
.
Bumi Multatuli Rangkasbitung, 01012022














Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
