Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
KERANG KILOAN
Foto: Dokumen pribadi

KERANG KILOAN

Apakah anda hobi kuliner dan penyuka seafood? Kalau saya ditawari ikan mas bakar atau mujaer goreng, saya akan minta ikan asin. Terus terang saya "nggak bisa" makan kedua spesies ikan tersebut, durinya itu yang bikin kapok karena sering kecocok. Nah kalau ikan bandeng yang "dipresto" pasti habis dimakan dari ujung kepala sampai ekornya, termasuk duri/tulangnya pasti ludes.

Sore tadi nak wedok ngajak makan di luar, maksudnya untuk sotre tak usah masak meski masih ada sayur masakan bune pagi hari sebelum ke sekolah urusan kegiatan siswa. Nggak tanggung permintaannya, bukan sekedar di luar rumah ke warung makan sekitar rangkas, tetapi benar-benar di luar kota, Serang.

Mumpung hari libur nasional (Nyepi) akhirnya dituruti keinginannya, jadilah selepas salat ashar berangkat menuju Kota Serang. Kami berempat dengan bune dan nak lanang wadon. Kalau ditempuh jalur "kota" dari Rangkasbitung ke Serang butuh waktu sejam perjalanan menggunakan mobil. Setelah diresmikan ruas tol Serang - Rangkas cukup 15 - 20 menit waktu tempuhnya dengan kecepatan terendah 100 KM/jam.

Kalau tidak "butuh waktu" perjalanan Rangkasbitung ke Serang mendingan lewat jalur reguler yaitu Rangkas - Petir - Cipocok - Serang. Kenapa? Karena tarif ruas tol Rangkasbitung - Serang sepanjang 26,5 KM sebesar Rp. 43.500,00. Sedangkan Rangkasbitung - Serang - Cikupa bea tolnya Rp. 59.000,00. Terasa sangat mahal dibandingkan perjalanan mudik Rangkasbitung - Solo dengan bea tol Rp. 475.000.

Tujuan pertama hendak makan di RM "Master Chef" Serang gagal karena kehabisan persedian menunya. Cari alternatif lain ke Warung Seafood daerah Ciceri belum siap saji. Akhirnya bablas ke tempat lain yang searah dan tidak terlalu jauh jaraknya yaitu di RM "Kerang Kiloan" bunderan Ciceri. Sekalian ujicoba barangkali rekomended rasa dan harganya.

Setelah cuci tangan dan duduk di kursi yang tersedia, pramusaji mendekati dan menyodorkan daftar menu makanan dan minumannya. Karena pakai label "Kerang Kiloan" maka menu masakannya serba kerang, dari kerang hijau hingga kerang bambu ada. Berhubung kami berempat maka pilih paket combo seharga Rp. ... dengan 2 porsi nasi. Hal yang unik adalah kerang yang sudah dimasak penyajiannya ditumpahkan di atas meja yang sudah diberi alas plastik seluas permukaan meja. Satu paket combo beraneka jenis kerang ditambah cumi segar dan potongan jagung rebus. Bumbunya saus cabe ditambah telur ayam diaduk/kocok bersama bumbu lainnya. Rasanya? Hemmm ...yummy.

Manteman Gurusianer yang tinggal di Serang kota dan sekitarnya boleh nyoba ke tempatnya jika penasaran. Tapi ingat, tak perlu nyoba jika punya alergi makanan laut ya. Mendingan anda beli, nanti saya yang makan, lalu nikmat rasanya cukup mendengar ceritanya saja.

Salam kuliner dan salam literasi.

.

Graha Pasir Ona, 03 Maret 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post