MENYEMAI LITERASI DI SEKOLAH
Menggerakkan literasi di sekolah tidak sekedar membuat program kegiatan 15 membaca buku non pelajaran bagi peserta didik sebelum waktu belajar jam pertama dimulai. Setiap yang dibaca dituliskan ringkasannya dalam buku khusus milik peserta didik, dikumpulkan, diparaf oleh guru/wali kelas dan dicantumkan dalam agendanya. Yang terjadi sekedar formalitas, menggugurkan kewajiban, program terlaksana, namun tujuan pokoknya belum tercapai.
Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan gerakan literasi yang aktivitasnya dilakukan di sekolah dengan melibatkan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua dengan menampilkan praktik baik tentang literasi dan menjadikannya sebagai kebiasaan serta budaya di lingkungan sekolah.
Sebagai panduan umum pelaksanaan GLS, Kemendikbud melalui Ditjen Dikdasmen telah menerbitkan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah pada Oktober 2018. Salah satu kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Festival Literasi Sekolah 2019. Para pemangku kepentingan diingatkan agar pentingnya peran aktif semua pihak dalam upaya menggerakkan literasi di sekolah.
Di SMAN 1 Rangkasbitung, para guru di bawah komando Kepala Sekolah (Dra. Hj. Ucu Lena Murtadewi, M.Si.) telah membentuk Tim Literasi Sekolah dengan ketuanya Ida Nurul Kifayati, S.Pd., M.Pd. Aktivitas menulis diawali oleh Ida Nurul Kifayati dengan bergabung di blog Gurusiana dan MediaGuru Indonesia. Selanjutnya secara perlahan mengajak beberapa guru bergabung di Gurusiana untuk "belajar menulis" sambil mengikuti Tantangan Gurusiana 365 Hari Menulis Tanpa Jeda. Selain mengikuti program Banpelis 2021 juga mengajak menulis bersama komunitas di luar sekolah, satu diantaranya adalah Komunitas Menulis Bersama (KMB). Secara bertahap para guru berhasil diajak menulis bersama dalam antologi buku yang digawangi oleh Meria Fitriwati, S.Pd. (Guru sekolah di Sumatera Barat).
Pencapaian yang luar biasa dari pendidik SMAN 1 Rangkasbitung dalam praktik literasi menulis. Buku antologi cerpen Kekuatan Rindu telah diikuti oleh 9 guru SMAN 1 Rangkasbitung. Pada Desember 2021 dalam rangka menyambut Hari Ibu, 21 guru termasuk Kepala Sekolah bergabung bersama 104 guru penulis se-Indonesia dalam buku antologi puisi "Selaksa Puisi Cinta untuk Ibu." Buku yang sudah terbit dan diterima para penulisnya mulai Januari 2022. Ini menjadi teladan bagi siswa bahwa guru tidak hanya menyuruh siswa, tetapi juga melakukan literasi menulis, bukan sekedar membaca.
Sebagian personilnya seperti tampak pada foto caption tulisan ini, berurutan dari sebelah kiri ke kanan: Ahmad Hidayat (Bhs Inggris), Sofwan Munawar (matematika), Dedo Susiawati (sosiologi), Nani Janipah (Bhs. Indonesia), Ela Priastuti (Matematika), Euis Fahriah (PPKN), Rini Sulastri (kimia), Reky Alimatussayidah (Fisika), Ucu Lena Murtadewi (Kepala Sekolah), Iis Sri Mulyati (biologi), Nining Suningsih (Sejarah), Wiwit Keswari (matematika), Panca Prahestina (Sosiologi), Ida Nurul Kifayati (biologi), Triswati (Bhs Indonesia), Ruminten Supadmi (Ekonomi), Isak Isnain (kimia).
Empat guru yang berhalangan hadir foto bersama yaitu Sofia Trisnawati (Bahasa Inggris), Lisnawati (ekonomi), Hendriana (sejarah), dan Dini Wahyuni (Geografi).
Bagaimana partisipasi para guru di sekolah manteman gurusianer?
Salam literasi!
Graha Pasir Ona, 09 Maret 2022


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
