MELIHAT BULAN
Riuh anak-anak TK Permata Negeri bertaburan keluar kelas. Jam belajar sudah berakhir, mereka sibuk mencari-cari posisi orang tua yang menjemputnya. Aca sudah hafal kebiasaan Bu May, ibunya jika menunggu selalu diluar gerbang TK dekat pedagang mainan.
“Mama!” teriak Aca memanggil Bu May yang sedang ngobrol dengan pedagang mainan.
“Sepertinya gembira banget, ada apa Aca?” tanya bu May. Tangannya meraih lengan Aca yang hendak menyalaminya.
“Mama, besuk sekolah libur sampai hari Senin” jawab Aca.
“Lho, kok libur, kan hari Jum’at?” tanya Bu May lagi.
“Kata Bu Guru, besuk libur awal puasa” jawab Aca. Kakinya menginjak step motor untuk membonceng. Bu May lantas memutar kunci kontak dan motorpun melaju ke rumah.
.
Sore hari setelah mandi Aca duduk di atas karpet lantai. Film Krisna Kecil di televisi menjadi favoritnya. Bu May duduk di sebelah Aca sambil merajut. Sedang serunya film, tetiba tayangan dialihkan ke siaran langsung pantauan persiapan sidang isbat awal Ramadan. Di layar nampak reporter melaporkan hasil pemantauan melihat bulan dari berbagai daerah.
“Mama, kok filmnya belum selesai tapi sudah diganti?” tanya Aca penuh kecewa.
“Nggak apa-apa, Aca. Kan tidak setiap hari diputusnya” jawab Bu May.
“Itu sedang apa, Ma, orang-orang pada pakai teropong di pinggir pantai?” tanya Aca lagi sambil menunjuk ke layar televisi.
Mendengar pertanyaan Aca, Bu May langsung menghentikan merajut dan meletakkannya di atas kursi yang disandarinya. Lengannya meraih bahu Aca dan merapatkannya ke pelukan.
“Begini, Aca, untuk memulai puasa Ramadan harus ditentukan bersama-sama oleh para ahli dan pemerintah. Rasul memerintahkan jika sore hari sudah terlihat bulan maka kita esok hari mulai berpuasa. Negara kita selalu mengadakan musyawarah dengan para ulama yang ahli untuk menentukan awal Ramadan. Teropong digunakan untuk membantu melihat apakah bulan sudah terlihat sesuai petunjuk Rasulullah.” Bu May memberikan penjelasan kepada Aca perihal penentuan awal bulan Ramadan.
“Di sekolah Aca juga ada teropong, Ma. Kok Bu Guru tidak ikutan melihat bulan?” Aca bertanya ketika ingat pernah melihat temannya main teropong saat istirahat di sekolah.
“Yang di sekolah itu teropong mainan, tidak bisa melihat bulan yang sangat jauh letaknya. Kalau yang dipakai melihat bulan seperti yang di televisi itu harga teropongnya sangat mahal“Bu May tersenyum mendengar pertanyaan polos Aca. Ia pun menjelaskan sekilas perihal teropong mainan dan teropong beneran yang dipakai para ahli astronomi.
“Tadi pagi Bu Imas sebelum pulang memberitahukan agar kita berpuasa di bulan Ramadan sebagai rukun Islam. Aca mau ikut puasa besuk, Ma” kata Aca mendengar penuturan Bu May.
“Puasa merupakan kewajiban umat Islam sebagai orang yang beriman. Aca boleh ikut puasa tapi sekuatnya saja. Boleh puasa setengah hari sampai waktu zuhur.” Bu May menjawab permintaan Aca.
Azan Maghrib terdengar berkumandang dari masjid. Bu May mengajak Aca segera berwudhu untuk menunaikan salat. Sidang isbat belum selesai, volume televisi sengaja dikecilkan tanpa mematikannya.
Graha Pasir Ona, 09 April 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
