KEBETULAN YANG PAS
Kebetulan yang tak disengaja, tukang ngintip status menemukan curhatan seseorang yang nyambung trending topic obrolan kami di saat maksi bareng di sekolah.
Jelang akhir semester dan akhir tahun ajaran para guru pasti disuguhi tugas memberi nilai kepada setiap peserta didik sebagai laporan hasil belajar selama satu semester. Nilai rapor yang menimbulkan aneka tanggapan orang tua peserta didik setelah melihatnya.
Jika orang tuanya berprofesi guru (pendidik) sudah mahfum dengan nilai yang diperoleh anaknya karena tahu persis proses penilaian hingga memutuskan berapa angka yang akan “dihadiahkan” sebagai nilai rapor. Bagi yang punya obsesi tinggi berharap anaknya sesuai tuntutan dan harapan ortu akan mengambil langkah strategis untuk memperjuangkannya. Meski terkadang lupa dengan kemampuan (atau tidak paham?) dan bakat yang dimiliki anaknya.
Di era milenium sekarang masih ada yang salah persepsi dengan jurusan/peminatan di sekolah (SMA) bahwa jurusan MIPA adalah segalanya, lebih keren dibanding IPS dan Bahasa. Nyatanya banyak sekolah yang tidak membuka peminatan Bahasa. Profesi tertentu (dokter dan insinyur) sering menjadi alasan minta pindah peminatan anaknya ke MIPA, sedangkan hasil “tes psikologi” dari sekolah (bekerjasama dengan lembaga yang profesional di bidangnya) untuk anaknya cenderung bukan MIPA.
Oknum orang tua yang SKSD alias Sok Kenal dan Sok Dekat (pinjam judul film Warkop) dengan kepala sekolah ada yang ambil jalan by pass untuk memperjuangkan nilai anaknya disesuaikan target yang diharapkan (disyaratkan) untuk memenuhi ambisinya. Walhasil, jika kepsek tidak bijak menanggapi akan menjadikan guru sebagai sasaran tembak. Seolah-olah meragukan proses penilaian yang dilakukan anak buahnya (guru), juga “neangan cape sorangan.” Bukankah seorang Kepala Sekolah pernah menjadi guru sebelumnya, bukan guru jadi-jadian?
Manteman Gurusianer pernah mengalami?
Graha Pasir Ona, 23 Mei 2022

Sumber gambar: postingan WAG
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
