NGORDER ONLINE
NGORDER ONLINE
Semula saya ragu apakah bisa datang ke acara Reuni dan Halal Bihalal Alumni SMP Persit 1981. Kemauan ingin hadir di acara ini sangat besar. Momennya pas, suasana lebaran yaitu 15 Mei 2022. Sayangnya kok baru sepekan sekeluarga pulang mudik hari raya di Semarang dan Oslo (maksudnya Solo). Kebayang kan biaya mudik selama sepuluh hari? Bisa dihitung biaya tol Rangkasbitung – Jakarta – Semarang – Solo, BBM mobil setidaknya empat kali isi full tank (sebelum berangkat, di Tegal, Solo, Cirebon), biaya makan, jajan, oleh-oleh, fitrah keponakan, dan lain-lain.
Obrol punya obrol, ternyata di kalender 16 Mei 2022 angkanya berwarna merah (libur nasional Hari Raya Waisak). Ini menjadi katalis untuk pulang menghadiri Reuni dan HBH yang sudah empat dasa warsa tak bertemu. Keputusan sudah bulat, jadi ikutan reuni. Sendirian? Ya pastilah, karena kumpul dengan teman sekolah seangkatan. Kebetulan (yang diharapkan?), istri ogah ikut, anak-anak juga nggak mau. Alasannya capek, hanya sebentar, dan baru seminggu pulang mudik.
Perhitungan biaya kalau bawa kendaraan sendiri akan mahal di ongkos. Makanya diputuskan menggunakan jasa transportasi umum yaitu kereta api. Ongkos KRL Rangkasbitung – Jakarta cukup delapan ribu rupiah. Tiket kereta api Jakarta – Semarang PP cukup setengah juta (kelas ekonomi dan bisnis). Transportasi dari Stasiun Tawang ke rumah (tinggalan ortu) di Candisari Semarang masih murah, bis kota sekitar tiga ribu – lima ribu rupiah.
Setelah berburu tiket kereta api PP, mempertimbangkan jadwal keberangkatan (dari Jakarta) dan kedatangannya (di Semarang) terlalu malam, bis kota sudah tidak beroperasi. Juga untuk mempermudah dan menghemat waktu perlu transportasi lain. Alternatif terbaik adalah jasa transportasi online (ojek, taksi). Masalah baru timbul, karena saya selama ini tidak pernah order ojek/taksi online sendiri. Memang pernah menggunakan jasa transportasi online, tetapi menggunakan aplikasi HP anak atau teman pada saat diperlukan. Maklum, sehari-hari ada motor yang setia mengantar ke mana saja setiap dibutuhkan.
Pemecahan masalahnya saya harus download dan install aplikasi transportasi online. Pilihan jatuh ke Gojek App (milik mas Mentri Nadiem). Agar tidak terlalu blank pengoperasiannya maka saya searching tutorial penggunaan fitur yang tersedia dalam aplikasinya. Pada hari sabtu, keberangkatan ke stasiun sengaja saya nggak mau diantar oleh anak yang siap mengantar tanpa diminta. Saya pilih memesan ojek online sekaligus praktik langsung cara ngorder online penggunaan aplikasinya. Kedua anak saya yang lebih berpengalaman menggunakan aplikasi online memberi tahu cara ngorder, menentukan lokasi tujuan, titik jemput, melihat biaya yang harus dibayar, cara pembayaran, eksekusi order, dan cancel order.
Alhamdulillah, lancar penggunaan aplikasi online untuk ngorder transportasi dari rumah ke Stasiun Rangkasbitung, dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Pasar Senen, dari Stasiun Tawang ke rumah di Kagok Candisar, dan arah sebaliknyai.
Sedikit catatan pengalaman menggunakan jasa ojek/taksi online. Di stasiun dan terminal ada driver yang berjaket transportasi online tetapi menawarkan jasa tanpa aplikasi tetapi bilangnya tarip sama dengan aplikasi. Ini malah menjadi tanda tanya pada diri saya, apa untungnya si driver? Bisa jadi dia lebih besar menerima ongkosnya karena tidak dipotong bea jasa oleh operator. Bagi konsumen pengguna jasa malah merugikan karena tidak ada jaminan keamanan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
Lain halnya jika penawarannya ada di shelter resmi operator Go**k atau G**b. Tinggal scan, cek poin, drivernya yang ada di shelternya. Sebenarnya ini pakai aplikasi juga. Beda kalau kita order dari aplikasi kita, biasanya driver tidak berada langsung di lokasi titik jemputan, sehingga perlu menunggu beberapa waktu hingga tiba driver dan kendaraannya.
Gunakan jasa transportasi online sesuai aplikasi operator onlinenya. Jangan tergiur dengan tawaran lebih murah daripada tarif sesuai aplikasi. Paling tidak identitas/wajah driver sesuai yang muncul di aplikasi karena banyak yang jenis kendaraan (motor/mobil) dan TNKB (nomor polisi) tidak sesuai yang tertera. Biasanya kalau ditanya, sang driver akan mengatakan kendaraannya sedang di bengkel.
Graha Pasir Ona, 17 Mei 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
