Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
SUDAH TIADA BARU TERASA - 2

SUDAH TIADA BARU TERASA - 2

Tak sampai setahun, Dika sudah tidak rutin lagi memenuhi janjinya sebelum meninggalkan anak dan istrinya. Cantika berhasil merenggut kebersamaan Dika dari keduanya. Tahun ketiga Dika sudah tidak pernah lagi menafkahi anak istrinya. Dengan segenap kemampuan yang dimiliki, Eni berusaha memenuhi kebutuhan hidup bersama anaknya. Keahliannya memasak menjadi modal untuk membuka warung makan dengan dibantu anaknya sepulang sekolah. Sebuah kios kecil disewa bulanan. Pelanggannya cukup banyak dari perkantoran yang ada di sekitarnya.

Dua tahun pandemi yang melanda dunia juga memengaruhi kantor tempat Dika bekerja. Banyak proyek kerja sama yang ditangguhkan dan dibatalkan. Omset perusahaan terus menurun. Sebagai salah seorang manager, Dika dituntut untuk bekerja keras agar perusahaannya tidak kolaps. Cantika juga terdampak hingga dirumahkan hingga waktu yang tak ditentukan. Gaya hidup Cantika tidak berubah meski sudah tidak bekerja lagi. Penampilannya tetap dijaga di depan teman-teman sosialitanya. Cantika tidak mau tahu dengan kondisi Dika dari sisi ekonomi. Segala keperluannya harus dipenuhi.

“Aku harus jaga gengsi di depan teman-temanku, Mas Dika. Sabtu depan kami akan arisan di Café Elite. Masa istri seorang manager tidak bisa tampil trendy?” kata Cantika memberi alasan. Dika hanya bisa pasrah dan mengalah untuk mencari segala cara agar terpenuhi keinginan istrinya.

Hari Jumat siang Dika mendapat kepercayaan dari perusahaan untuk melakukan penandatanganan kontrak dengan mitra kerjanya. Usai melakukan pencairan sebagian dana dari nilai kontrak, Dika langsung menuju kantornya. Di tengah perjalanan ponselnya berdering. Di layar nampak tulisan Cantika memanggil. Panggilan diterima, Cantika minta dijemput hendak membeli keperluan esok hari.

Brak! Tiba-tiba mobil terhenti menabrak sesuatu. Ketika sadar Dika sudah berada di ruang IGD rumah sakit. Tak ada luka, kepalanya sedikit pening bekas benturan di mobil. Di ranjang sebelahnya nampak sesosok tubuh tertutup kain putih hingga sekujur tubuh. Perawat yang jaga memberi tahukan bahwa itu adalah korban meninggal yang tertabrak mobilnya. Segera Dika beranjak turun dari ranjang lalu membuka kain yang menutup kepala korban. Seraut wajah yang sangat dia kenal nampak jelas dilihatnya. Mengenali bahwa wanita korbannya adalah Eni, muncul bayangan dua wajah dan peristiwa yang pernah dialami bersama keduanya. Perbedaan antara kedua wanita itu sangat Dika rasakan.

Mengingat berbagai peristiwa yang Dika alami tatkala hidup bersama Eni dan Cantika, maka timbullah rasa penyesalan dalam dirinya. Secara bersamaan sayup-sayup Dika mendengar lagu Rhoma Irama yang berjudul Kehilangan.

[Musik]

Kalau sudah tiada baru terasa

Bahwa kehadirannya sungguh berharga

Sungguh berat aku rasa kehilangan dia

Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia

....

Rangkasbitung, 27 Mei 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post