BELUM KENAL
Hari kedua ngawas PAT mapel PPKn pada jam kedua di ruang 9. Sebelum membagikan lembaran soal, peserta diingatkan agar memasukkan buku, catatan, dan HP yang dibawa kedalam tas, lalu diletakkan di tempat yang telah ditentukan dalam kelas. HP tidak boleh disimpan dalam saku atau di laci meja. Seorang siswa yang tidak membawa tas, menitipkan Hpnya di meja pengawas.
Sambil menuliskan nomor peserta di daftar hadir, sesekali melihat ke arah siswa untuk mengawasi tingkah peserta saat mengerjakan soal. Ada seorang siswa di pojok depan yang mencurigakan gerak-geriknya. Pandangan matanya mengarah ke bawah seperti membaca sesuatu yang dipegang di atas pangkuan. Seolah-olah tidak melihatnya, kuteruskan menulis hingga selesai daftar peserta sebanyak empat lembar, tiap kelas dibuat rangkap daftar hadir dan berita acaranya.
Sengaja kusodorkan daftar hadir mulai dari peserta nomor terakhir. Maksudnya untuk mendekati peserta yang mencurigakan tadi.Setelah menuliskan nama dan menandatangani , lembaran daftar saya minta dioper ke siswa di belakangnya. Sepertinya ada sesuatu yang ditutupi. Hal itu nampak dari reaksinya, saat memberikan lembar daftar hadir kepada teman di belakangnya. Tanpa beranjak, kuawasi semua peserta yang sedang mengerjakan soal. Fokus perhatian tetap kepada siswa yang duduk di dekatku. Hingga beberapa menit, siswa tersebut tak berkutik. Merasa diawasi, ragu-ragu hendak bergerak untuk membuka lembaran soal berikutnya.
Akhirnya, tangan kirinya terlihat bergerak mengarah ke dalam laci meja.
“Keluarkan barang yang barusan ditaruh!” Perlahan aku memintanya agar tidak mengganggu peserta lain.
Tanpa bisa mengelak, sebuah HP diserahkan padaku. Lalu dia melanjutkan mengerjakan soal.
Kubuka chat WAnya, tak ada percakapan mencurigakan. Pemeriksaan HP beralih ke Google Chrome, nampak artikel tentang Hubungan Internasional. Kulihat di lembar soal esai ada pertanyaan tentang Hubungan Internasional. Cukup bukti untuk sebuah pelanggaran tata tertib, HP disita. Untuk bukti laporan ke panitia, hasil browsingnya kupotret.
Waktu pengerjaan soal sudah habis. Semua peserta meninggalkan ruangan setelah menyerahkan lembar soal dan jawabannya. Siswa yang tadi (ketahuan nyontek) mendekat untuk meminta kembali Hpnya.
“Boleh diambil Hpnya setelah ujian sekolah kelas 12” jawabku sambil memasukkan HP ke dalam saku.
“Mau dipakai order ojek, Pak. Saya tidak bawa kendaraan untuk pulang” katanya beralasan.
“Pinjam HP teman yang ada aplikasi untuk ojek online” kataku menyarankan.
“Nggak ada kuota HP teman, Pak” katanya lagi mencari alasan.
“Kalau begitu, silakan tunggu di bawah, nanti Bapak bantu order ojeknya” Aku memberi tawaran solusi.
Setelah bercakap-cakap beberapa saat, siswa tersebut menyerah dengan menolak tawaran bantuan order ojeknya. Dia menanyakan nama saya dengan alasan tidak diajar di kelasnya. Belum kenal. Ternyata dia merupakan siswa pindahan dari luar kota. Pantesan berani nyontek ketika saya menjadi pengawas ruang PAT.
Graha Pasir Ona, 05 Juni 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
