Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
HP KEPONAKAN

HP KEPONAKAN

Kriiing! Waktu pengerjaan soal ujian sudah berakhir. Seolah dikomando, semua peserta ujian berdiri dan melangkah ke arah meja pengawas. Mereka meletakkan lembar jawaban dan naskah soal menurut kelasnya. Jumlah lembar jawaban sudah sesuai dengan peserta yang hadir. Setelah menandatangani lembar Berita Acara, Bu Is memasukkannya bersama lembar jawaban ujian dalam amplop yang tersedia, terpisah dengan lembaran naskah soal.

“Bagaimana situasi di ruang ujian? Tadi ada satu siswi yang nangis. Dikeluarkan dari ruangan , ya?” tanya Pak Fahri kepada Bu Is.

“Alhamdulillah, terkendali. Catatannya ada dalam berita acara. Ini barbuknya.” Bu Is menyerahkan sebuah HP yang terbungkus kertas buram kepada Pak Fahri.

“Oh, itu mah keponakan Pak Mul” kata Pak Dani setelah melihat nama yang tertulis di kertas buram pembungkusnya.

“Iya, bener. Pak Mul yang mengantar waktu ngurus mutasi dari Bogor.” Pak Supar menimpali sambil nyeduh kopi hitam.

.

Bu Is sedang membuat kunci jawaban untuk ngoreksi hasil ujian. Pak Mul masuk ke ruang guru dan mendekatinya. Tak seperti biasanya, padahal meja kerjanya berseberangan dengan Bu Is.

“Bu Is, ulah ribut ya. Ada perlu sebentar nih yang pengin diobrolin” kata Pak Mul sambil menggeser kursi yang ada di dekatnya.

“Ada apa, Pak? Perlu kok sebentar. Sebentar-bentar kok perlu” jawab Bu Is menyandai.

“Kasus HP Rama jangan sampai ke Pak Kepsek. Kemarin, waktu ngawas, saya juga menyita HP siswa karena dipakai nyontek. HP saya serahkan ke wali kelasnya. Orang tuanya datang ke sekolah untuk mengambil HP pada siang harinya.” Pak Mul menceritakan kejadian kemarin yang dialaminya.

“Emang si Rama apanya Pak Mul?” tanya Bu Is seolah tidak mengetahui informasi yang tadi didengarnya di Ruang Panitia Ujian.

“Rama keponakan saya, pindahan dari Bogor” jawab Pak Mul.

“Kenapa Pak Mul tidak serahkan kepada pihak sekolah melalui panitia ujian? Prosedurnya kan kita, semua guru sudah mengetahui.”

“Saya kasihan, dia kan baru pertama melakukan. Lagi pula PTMnya belum seratus persen, siswa masih pakai masker” kata Pak Mul memberi alasan.

“Semua siswa kan sudah tatap muka seratus persen, tidak setengah-setengah seperti PTM Terbatas.” Bu Is menjelaskan.

Pak Mul masih berusaha mencari alasan agar perkara HP ponakannya tidak sampai kepada kepala sekolah.

(bersambung)

Graha Pasir Ona, 07 Juni 2021

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post