Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENCARI ALASAN

MENCARI ALASAN

Hari pertama penilaian akhir tahun ajaran 2021/2022. Bagi sekolah, para guru, dan peserta didik sudah terbiasa melaksanakan penilaian berbasis kertas setiap akhir semester dan akhir tahun ajaran. Namun telah dua tahun penilaian (PAS, PAT, dan US) secara online karena berlaku pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi virus. Sehingga bagi peserta didik kelas X dan XI belum mengenal karakter para gurunya jika mengawas penilaian yang dikoordinir oleh sekolah melalui panitia yang dibentuk.

Sebelum mulai pengawasan PAT sesi pertama, kepala sekolah memberikan pengarahan dan mengingatkan para guru tentang tugas-tugas pengawas ruang dan tata tertib peserta PAT. Untuk mengurangi peluang peserta didik melakukan kecurangan maka buku, catatan, dan alat komunikasi (HP) agar dimasukkan dalam tas dan diletakkan di tempat yang telah ditentukan di bagian depan ruang kelas. Satu ruang diisi oleh 36 peserta didik dari 2 kelas yang berbeda, masing-masing 18 peserta didik kelas 10 dan kelas 11.

Pada sesi pengawasan mapel kedua, selaku pengawas ruangan saya mendapatkan dua peserta didik kelas 10 yang melakukan kecurangan saat mengerjakan soal fisika. Yang pertama menggunakan catatan soal-soal latihan/tugas harian yang ditulis pada lembar folio bergaris. Sedangkan yang kedua menggunakan catatan dalam buku kecil (notes) berisi kunci jawaban soal PG (35) dan uraian (5) yang tertulis rapi secara lengkap berurutan. Sanksi bagi pelanggar dijatuhkan yaitu dikeluarkan dari ruang PAT dan diberikan nilai nol (0) untuk mapel tersebut.

Di luar ruangan keduanya ditanya oleh walas. Yang perempuan menangis dan menyesali perbuatannya. Alasan melakukan (nyontek) karena jika nilainya kurang (kecil) akan diboardingkan sekolahnya. Tuntutan orang tua yang keliru ataukah ancaman kepada anaknya agar mendapatkan nilai bagus? Akibatnya si anak ketakutan dan mengambil jalan yang keliru.

Yang seorang lagi (laki-laki) menolak ketakutan saat saya ambil lembar soal dan jawabannya. Setelah ditelusuri ternyata si anak mendapatkan “bocoran soal” dari tempat penggandaan soal/ foto kopi. Termasuk mata pelajaran pertama (Bahasa Inggris) setelah dikoreksi (lembar jawaban peserta didik) oleh gurunya, simpulan mengindikasikan bahwa anak tersebut mendapatkan bocoran soal. Hasil jawaban (nilai) sangat berbeda dengan kemampuan harian si anak tersebut. Mujurnya si anak mendapatkan guru yang abai dengan tugas sebagai pengawas ruang PAT, sehingga dia dan teman-temannya yang melakukan kecurangan tidak ketahuan. Alasan yang tak masuk akal si anak berdalih dapat soal uji kompetensi dari internet. Saat diminta memberikan link yang dia buka, beralasan sudah dihapus. Emang bisa seseorang menghapus blog/web milik orang lain? Sebelum PAT sang walas sudah mewanti-wanti anak didiknya agar jangan coba-coba melakukan kecurangan saat ulangan (PAT) karena guru-guru smansa sudah expert. Fakta membuktikan perkataan sang walas.

Timbul pertanyaan mengapa beberapa siswa sering menanyakan siapa guru yang akan mengawas di ruangannya setiap penilaian akhir semester/tahun dan ujian sekolah. Manteman gurusianer bisa memberikan jawabannya?

Graha Pasir Ona, 02 Juni 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post