SANDAL JEPIT BESTIE
Pekan ini sedang viral vidio pernyataan Kakorlantas Polri berkaitan dengan sandal jepit. Usai memimpin apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2022 di Polda Metro Jaya, Irjen Pol Firman Shantyabudi menghimbau masyarakat lebih taat aturan lalu lintas. Saat berkendara (sepeda motor) masyarakat agar tidak mengenakan sandal jepit. Hal itu berkaitan dengan pemakaian alat pelindung diri, lebih baik menggunakan sepatu daripada sandal jepit.
Tulisan ini tidak akan menanggapi “isu tilang” bagi pemotor yang memakai sandal jepit. Melainkan kasus sandal jepit yang baru terjadi Selasa (14/06/2022) kemarin.
Bermula saat kami singgah di salah satu rest area jalan tol Jakarta – Merak (Tangerang) dalam perjalanan dari Kota Bekasi. Kami masuk ke musala untuk salat. Ssstt! …tujuan utama sebenarnya ke toilet. Meski malam, para pekerja terus melakukan perbaikan bangunan musala. Deru mesin bor, palu, dan gurinda beradu memenuhi ruang musala. Beberapa pelancong tetap khusyu salat di salah satu bagian ruang musala yang dibatasi terpal untuk mengurangi debu yang menyebar.
Usai salat, saya menunggu ibu polda (istri) di teras depan (sebelah tempat wudu pria). Ketika keluar, ibu polda celingukan mencari sandalnya. Sandal jepitnya tak ada sebelah.
“Ini sandalnya” kata saya sambil menunjuk sepasang sandal yang berlainan motif.
“Masa, sih?” katanya. Terbersit di pikirannya bahwa ada orang lain yang salah pakai.
“Benar itu, salah pakai di rumah Bekasi tadi” kataku meyakinkan. Suer! Saya melihat sendiri hanya ada satu (sebelah) sandal hijau totol-totol putih yang dilepaskan saat hendak ke tempat wudu wanita.
Pagi tadi sandalnya aku foto, lalu kukirimkan ke nomor WA adik di Bekasi. Siang harinya ada balasan tentang sandal tersebut. Tiga orang dengan panggilan nama yang sama, punya “kebiasaan” yang serupa jika pakai sandal. Di FB juga ada postingannya dengan judul “Rindu itu seperti sandal selen.”
Graha Pasir Ona, 15 Juni 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
