KEBUN BINATANG
Barangkali kata-kata yang paling tepat untuk mengungkapkan rasa ku siang hari ini adalah KEBUN BINATANG. Why?
Hari ini (siang) aku sengaja ke sekolah untuk menemui salah seorang tenaga administrasi sekolah. Tidak biasanya kuparkir motor di samping ruang kantor TU. Alasannya lebih dekat dan sekalian bisa nengok dari kaca jendela keberadaan orang yang akan kutemui.
Saat lewat di samping kolam taman terlihat ada seekor ikan yang mati, mengambang. Busyet! Bukan hanya satu. Di sisi lain terdapat ikan besar dan kecil yang mati. Heran, air jernih kok banyak ikan yang mati, baik ikan besar maupun kecil. Kebetulan muncul seorang rekan kerja di bagian TU. Dia mendekat dan menjelaskan duduk perkaranya.
Air kolam jernih karena baru dikuras. Bukan karena sedang rajin yang nguras, tetapi ada sebab lain. Apa? Pekerja (tukang yang mengerjakan pengecatan) lapangan upacara menggunakan air di kolam tersebut untuk mencuci kuasnya. Pantas banyak noda (cat) warna biru di dinding tepi kolam. Ternyata kolam ikan yang satu lagi (di sebelah ruang kepala sekolah) juga dipakai nyuci kuas. Luar biasa!
Betapa GOBLOKnya si pekerja. GOBLOK KUADRAT, kataku. Pada waktu pengecoran lapangan mereka gunakan kolam ikan itu untuk nyuci ember bekas adukan semen. Lebih GOBLOKnya lagi, ember dan kuas itu mereka masukkan di kolam. Lha wong kolam buatan, air mengalir karena dipasang pompa untuk sirkulasi air sekaligus penyaringan. Mungkin berasa nyuci di Sungai Ciujung atau Sungai Ciberang yang membelah kota Rangkasbitung dan bermuara di Bendung Pamarayan Serang.
Manteman tentu mengerti dan maklum dengan istilah Kebun Binatang yang saya gunakan sebagai ungkapan kekesalan kepada oknum pekerja di sekolahku. Selama ini ada yang ngambil ikan (Nila dan Mas) untuk dimakan, aku relakan. Meskipun mereka tidak pernah ngasih pakan ikan dan ngurus pompanya jika ngadat. Amazing!
Graha Pasir Ona, 5 Juli 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
