RAYUANKU BERHASIL
Semula ada sepuluh judul buku yang akan saya serahkan ke Dinas Pusar Kabupaten Lebak. Akhirnya kutambah satu buku hasil lomba menulis buku MediaGuru yang berjudul Lestarikan Lingkungan, Sejahterakan Kehidupan (2021). Harapan bahwa bukunya akan diterima langsung oleh Kadis Pusar Kabupaten Lebak terwujud. Kemarin malam (21/08/2022) saya beranikan diri menghubungi beliau via chat WA. Nomor kontak beliau saya ketahui karena satu grup WA Forum Penulis Lebak. Alhamdulillah dapat respon positif. Saya disilakan datang sekira pukul 11.30.
Tepat pukul 11.15 saya sudah tiba di Kantor Dinas Pusar Kabupaten Lebak yang berada di sebelah Timur Alun-Alun Multatuli Rangkasbitung. Lebih cepat lima belas menit dari kesiapan beliau menerima kedatangan saya. Petugas bagian informasi mengantarkan saya ke ruang kerja Kadis di lantai tiga Gedung Perpustakaan Saijah Adinda.
Kurang dari sepuluh menit saya menunggu beliau menyelesaikan pembicaraan pekerjaan/program bersama anak buahnya. Secangkir kopi hitam Kupu-Kupu tersaji di meja tanpa teman AC Milan. Lumayan, daripada disuguhi “anggur.”
Setelah nggedabrus program kantor dan geliat literasi di Kabupaten Lebak, saya serahkan buku-buku yang disumbangkan untuk koleksi Perpustakaan Saijah Adinda Rangkasbitung. Meski “tanda terima sumbangan” tidak bisa diajukan untuk kenaikan pangkat, setidaknya buku-buku tersebut akan dibaca oleh warga yang berkunjung ke Musium Multatuli.
Obrolan dilanjut setelah penyerahan buku-buku MediaGuru. Tak lupa hasrat minta “Kata Pengantar” untuk buku (kumpulan puisi) Rasa yang Membuncah di Ujung Pena kuutarakan. Cover buku, Prakata, Profil Penulis, dan Sinopsis buku solo perdana saya tunjukkan kepada beliau. Tak lupa beberapa puisi (sepuluh lembar) saya print sebagai contoh gambaran puisi-puisi yang saya tulis.
DL yang saya berikan (atas permintaan beliau) menyerahkan “Kata Pengantar” adalah esok hari (Selasa, 23/08/2022). Sungguh tak disangka, pukul 16.31 beliau sudah mengirimkannya melalui WA dalam format PDF. Dasar rezeki anak saleh. (Hehehe, ngalem sorangan). Allah memudahkan urusannya. Meski ada satu tanya dalam diri, apakah harus diketik ulang (Ms.word) atau tetap dalam format PDF? Biarlah. Kalau diketik ulang terus bagaimana dengan cap dan tanda tangan Pak Kadis Pusar? Ini yang "mahal."
Graha Pasir Ona, 22 Agustus 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
