TUAN RUMAH YANG 'TERSINGKIR'
Reuni Akbar SMAN 1 Rangkasbitung boleh dikata "sukses" dibandingkan reuni akbar yang pernah digelar tahun sembilan puluhan. Berdasarkan jumlah yang terdata ada seribu empat ratusan alumnus yang hadir dari enam puluh dua angkatan. Kursi yang disiapkan oleh panitia semuanya terisi. Bahkan panitia harus meminjam kursi milik sekolah yang ada di dalam aula dan diangkut ke tenda arena reuni.
Triana Syam'un (tokoh pembentukan Provisi Banten) sebagai alumnus dan "suporter" penyelenggaraan reuni akbar berkesempatan hadir. Bahkan Prof. Dodi Nandika (Mantan Sekjen Depdiknas) tampil sebagai pembicara di panggung. Beliau bercerita singkat pengalaman masa sekolah sekaligus memberikan penjelasan esensi diadakannya reuni akbar. Laksda (Purn) Darwanto (mantan Panglima Armada Wilayah Timur TNI AL) menyempatkan datang mengunjungi almamater sekolahnya.
Bantuan sosial diberikan kepada warga yang kurang beruntung di sekitar sekolah. Bingkisan "kadeudeuh" juga diberikan kepada 21 orang guru (terpilih) yang sudah purnabakti. Mereka secara khusus diundang menghadiri reuni akbar. Sebagai bintang tamu dihadirkan putra salah satu personil Koes Plus. Beberapa lagu terkenal Koes Plus dibawakan dengan suara dan gaya yang mirip orang tuanya.
Beberapa pedagang pecel, bakso, siomay, dan batagor dihadirkan di area parkir depan sekolah. Dagangan mereka sudah diborong oleh penyelenggara reuni untuk diberikan secara gratis kepada yang hadir dan berminat menikmatinya. "Insiden" terjadi. Para pedagangnya belum pulang hingga pukul dua belas lebih. Padahal dagangan mereka sudah ludes. Ternyata mereka belum menerima uang borongannya. Bersyukur ada seorang alumni/guru yang peduli. Ditanyakan kepada si pedagang, siapa orang/panitia yang "menghubungi"nya, maka disampaikan permasalahan kepada Panitia. Alhamdulillah, urusan kelar. Para pedagang diminta langsung menemui panitia untuk menerima uang bayaran lalu pulang. Pedagang pecel segera pulang dengan senyum lega. Mereka mampir ke pasar berbelanja bahan dagangan untuk esok hari.
Para guru (yang masih aktif) dan diminta hadir (sebagai tuan/nyonya rumah) oleh Kepsek juga merasa "tersingkir" lantaran tidak ada "kursi khusus" yang disediakan untuknya. Bersyukur punya alasan menemani para siswa yang menggelar "dagangan" karya Proyek Kewirausahaan IKM. Meski tak kebagian kursi mereka tetap gembira.
Graha Pasir Ona, 27 Agustus 2022





Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
