Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jangan Bilang Cinta Literasi Kalau Tak Punya Prestasi

Jangan Bilang Cinta Literasi Kalau Tak Punya Prestasi

Anda pernah menyatakan cinta kepada seseorang? Setidaknya waktu “nembak” gadis/jejaka yang ditaksir untuk dijadikan pendamping hidup. Perilaku terbaik akan ditunjukkan untuk memikat disertai harapan kepada calon pasangan sebagai bukti cinta selama masa pendekatan. Sebagaimana disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa arti kata cinta adalah suka sekali, sayang benar, terpikat, ingin sekali, berharap sekali, rindu, khawatir, dan risau.

Pada dasarnya cinta termasuk dari bagian hidup kita. Tidak mungkin seseorang hidup tanpa cinta dan kasih dari orang-orang di sekitarnya. Demikian pula dengan literasi dan prestasi. Menurut KBBI, kata literasi diartikan sebagai kemampuan dan keterampilan individu dalam berbahasa yang meliputi membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan prestasi diartikan sebagai hasil usaha yang dicapai dari apa yang dikerjakan atau yang diusahakan. Seseorang dianggap berprestasi, jika dia telah meraih sesuatu hasil dari apa yang diusahakannya, baik karena hasil belajar, bekerja, atau berlatih keterampilan dalam bidang tertentu.

Dalam Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang dianggap sebagai pengganti Ujian Nasional ada dua kompetensi literasi yang diukur. Peserta didik diberikan soal-soal literasi membaca dan literasi numerasi. Kemendikbud Ristek juga mengembangkan program Gerakan Literasi Sekolah (Permendikbud Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti) sebagai upaya untuk menumbuhkan budi pekerti anak. Hal ini menunjukkan bahwa literasi menjadi komoditi unggulan bidang pendidikan dalam menghadapi perkembangan zaman. Di era Revolusi Industri 4.0, ada tiga literasi baru yang wajib dikuasai yaitu literasi data, literasi teknologi, dan literasi manusia.

Sangat tepat jika kemampuan literasi dan numerasi makin diprioritaskan oleh Kemendikbud Ristek melalui program Merdeka Belajar dengan perubahan mekanisme seleksi. Dalam seleksi nasional masuk PTN berdasarkan tes tidak ada lagi tes mata pelajaran. Yang ada hanya tes skolastik, yang mengukur potensi kognitif, penalaran matematika, literasi dalam bahasa Indonesia, dan literasi dalam bahasa Inggris.

Hal ini dapat diartikan bahwa:

1. Ujian akhir sekolah tidak lagi berbasis mata pelajaran, melainkan hanya literasi dan numerasi

2. Ujian masuk PTN juga tidak berbasis mata pelajaran, melainkan literasi (bahasa Indonesia dan bahasa inggris), numerasi dan potensi kognitif.

Sebagai konsekuensinya sekolah harus serius menggarap literasi dan numerasi karena ini untuk mengukur mutu sekolah. Selain itu juga untuk kepentingan seleksi masuk perguruan tinggi. Artinya sudah linear antara AKM, PISA, Mutu Sekolah, dan Seleksi Masuk PTN.

Dalam kegiatan GLS, para guru perlu memberikan contoh nyata untuk menggiatkan literasi. Sekolah bukan hanya memberikan tugas membaca buku non mata pelajaran kepada peserta didik selama lima belas menit sebelum KBM. Kemudian guru (yang bertugas mengajar jam pertama) memberikan catatan dan/atau paraf pada lembar rangkuman buku yang telah dibaca oleh peserta didik.

Hasil dari GLS diharapkan peserta didik mampu meningkatkan kemampuan literasi untuk menyelesaikan permasalahan dalam penilaian setiap mata pelajaran. Pada tahap selanjutnya peserta didik dan guru diharapkan memiliki karya tulis berupa buku (solo/antologi).

Untuk memberikan contoh sekaligus memotivasi dalam gerakan literasi (membaca dan menulis) SMAN 1 Rangkasbitung mengikuti Program BANPELIS (Pengembangan dan Pembinaan Literasi Sekolah), sebuah program yang memfasilitasi dan mendampingi sekolah-sekolah untuk mengembangkan program literasinya selama 3 tahun kemitraan. Tiga buku antologi karya bersama para guru telah diterbitkan pada tahun 2021 yaitu Meneroka Derap Suara (antologi puisi), Merajut Cerita Menggapai Asa (antologi pentigraf), dan Cerita Pendidikan Masa Pandemi (antologi artikel esai).

Guru SMAN 1 Rangkasbitung menjadi anggota Gurusiana, menulis bersama No Baper dan KMB. Buku-buku hasil karyanya telah digelar pada acara Reuni Akbar Lintas Angkatan Alumni SMAN 1 Rangkasbitung 2022 di Rangkasbitung. Aksi nyata telah ditunjukkan kepada peserta didik dalam pelaksanaan GLS. Sebagian buku-bukunya disumbangkan ke Perpustakaan Daerah Kabupaten Lebak. Mereka telah menghasilkan prestasi sebagai bukti cinta literasi.

Rangkasbitung, 10 September 2022

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post