PENULIS BUKAN PEMBACA, BANYAK TERTIPU
November 2020 untuk pertama kali saya ikutan lomba menulis buku MediaGuru yang bertema Guru Indonesia Merdeka Berkarya. Alhamdulillah, gagal masuk daftar pemenang. Hal ini memicu untuk berpikir dan sadar diri bahwa menulis itu perlu belajar dan butuh proses. Tidak seperti saat pengin makan mie goreng, malah pergi ke warung beli mie instan. Akibatnya nggak pernah nyadar jika ditipu oleh produsennya. Lha kok bisa?
Masih nggak ngeh kalau tertipu? Silakan baca petunjuk/saran penyajian yang tertulis di kemasan bagian belakang. Tidak satupun varian mie goreng (dari semua merk dagang mie instan) yang ada proses menggoreng, semuanya melalui perebusan.
“Penulis bukan pembaca,” maksudnya bagaimana?
Judul tersebut ditujukan untuk diri saya pribadi. Tapi, kalau manteman merasa tersindir jangan salahkan saya.
Setiap paket buku antologi datang, saya buka bungkusnya, ambil satu untuk berfoto selfie. Setelah foto dikirim ke grup WA, lalu buku tertumpuk lagi masih dalam keadaan tersegel. Mungkin terpengaruh tulisan di toko buku “Membuka segel berarti membeli.”
Jika ada yang bertanya "mengapa bukunya masih diplastikan?"
Jawabannya "Saya kan penulis. Bukan pembaca."
Hehehe. Pis, men!
Salam literasi.
Graha Pasir Ona, 02 September 2022

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
