MEMBERDAYAKAN PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
MEMBERDAYAKAN PERAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH
Oleh: Isak Isnain (Guru Kimia SMAN 1 Rangkasbitung)
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang menjunjung tinggi peradaban. Hal ini termaktub dalam sila kedua dari Pancasila sebagai dasar negara yang menyatakan “Kemanusiaan yang adil dan beradab.”
Peradaban berasal dari kata dasar “adab” yang merupakan kata benda. Sebagaimana disebutkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bahwa arti kata adab adalah kehalusan dan kebaikan budi pekerti, kesopanan, dan akhlak Sedangkan peradaban memiliki arti kemajuan (kecerdasan, kebudayaan) lahir batin. Peradaban juga dapat diartikan sebagai kebudayaan tertinggi dalam kehidupan manusia. Termasuk dalam kebudayaan sebagai peradaban manusia adalah seni, arsitektur, ilmu pengetahuan, dan kemajuan teknologi.
Menurut Ibnu Khaldun (sejarawan Islam pertama yang menulis tentang peradaban), peradaban adalah keahlian dalam bidangan kelapangan dunia, memperbarui kondisinya, serta menemukan berbagai ciptaan yang mengagumkan. Misalnya menemukan berbagai keahlian dalam membuat bangunan secara vertikal (gedung-gedung bertingkat pencakar langit).
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perpustakaan berasal dari kata dasar “pustaka” yang memiliki arti kitab atau buku. Istilah perpustakaan dapat berarti ruang, tempat, ataupun gedung yang didalamnya memiliki aktivitas dalam pemeliharaan dan penggunaan koleksi bahan buku bacaan dan sebagainya. Arti lainnya, yaitu tempat penyimpanan koleksi buku, bahan pustaka, majalah dan lain yang dapat digunakan pengunjung untuk dibaca, dipelajari, dan dibicarakan.
Dalam standar pengelolaan pendidikan (Permendiknas nomor 19 tahun 2007) dan dan standar sarana dan prasarana sekolah, madrasah, dan pendidikan umum (Permendiknas nomor 24 tahun 2007) keberadaan perpustakaan di sekolah menjadi bagian yang sangat penting dan memiliki nilai dalam akreditasi sekolah. Oleh karenanya setiap sekolah harus memiliki bangunan perpustakaan beserta isi dan pengelolanya. Adanya perpustakaan sekolah dapat menunjang kebutuhan guru dan peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar. Perpustakaan sekolah juga menunjang keberhasilan gerakan literasi sekolah.
Peran perpustakaan dalam menunjang kegiatan belajar mengajar memerlukan pengelola (pustakawan) yang memahami seluk-beluk kepustakaan. Sangat disayangkan pada umumnya sekolah tidak memiliki personil pustakawan. Kebanyakan sekolah menugaskan guru Bahasa Indonesia sebagai pengelola (kepala) perpustakaan. SMAN 1 Rangkasbitung saat ini menugaskan Dra. Rini Sulastri, M.Pd. (guru kimia) sebagai Kepala Perpustakaan yang dibantu seorang tenaga administrasi. Perpustakaan SMAN 1 Rangkasbitung sudah terakreditasi dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 3602141E1000005.
Sebagian besar koleksi perpustakaan sekolah berupa buku-buku pelajaran sesuai dengan kurikulum yang berlaku dan pernah diberlakukan. Buku penunjang mata pelajaran dan buku-buku referensi juga tersedia dengan koleksi yang terbatas. Pengadaan tambahan koleksi buku sangat dipengaruhi oleh juknis pengelolaan Dana BOS sebagai satu-satunya sumber pembiayaan operasional sekolah. Hal ini juga sebagai dampak kebijakan “sekolah gratis” sebagai “janji politik/kampanye” dari Kepala Daerah yang meniadakan SPP bagi semua peserta didik di sekolah negeri.
Untuk memberdayakan peran perpustakaan di sekolah diperlukan program strategis untuk menarik minat peserta didik berkunjung ke perpustakaan. Bimbingan peserta lomba karya tulis (KIR/OPSI) diadakan di perpustakaan untuk lebih mudah mendapatkan informasi dan literatur yang dibutuhkan untuk penelitiannya. Penyediaan jaringan internet (wifi) di perpustakaan sekolah membantu mendapatkan informasi secara digital karena keterbatasan buku-buku referensi yang tersedia.
Selain itu, pengelola perpustakaan juga bekerjasama dengan pihak kurikulum dan bagian kesiswaan untuk memanfaatkan perpustakaan sekolah. Untuk kegiatan bulan bahasa diadakan lomba karya tulis antar kelas sebagai bagian dari GIPSIT (Gebyar Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi). Pemberian penghargaan diberikan kepada peserta didik dengan kategori Pengunjung Teraktif dan Pembaca/Peminjam Buku Terbanyak.
Untuk menambah jumlah koleksi buku di perpustakaan, kepada alumni setiap angkatan dihimbau untuk menyumbangkan buku (fiksi, non fiksi). Para guru yang memiliki karya buku (solo dan antologi) turut menambah koleksi dengan menyumbangkannya ke perpustakaan. Anggota Gurusiana (Ida Nurul Kiyatati, Rini Sulastri, Isak Isnain, dan Sofwan Munawar) selalu menyumbangkan buku karya mereka yang diperoleh dari lomba menulis MediaGuru dan program menulis bersama (No Baper dan KMB).
Dalam upaya pembinaan keterampilan dan pengetahuan tenaga administrasi perpustakaan dilakukan kerjasama dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lebak dan Badan Bahasa Provinsi Banten.
Rangkasbitung, 15 Oktober 2022


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
