BELAJAR BERPANTUN
Manteman, pernah membuat pantun? Mudah atau sulit?
Menurut saya, membuat pantun boleh dikata “gampang-gampang susah.” Susah memulai idenya. Terkadang ide muncul seketika untuk “menanggapi/menjawab” pantun yang ditulis orang lain. Yang lebih sulit adalah melupakan Reihan. Walah, kok ngelantur?
Dari mana harus memulai? Membuat sampiran atau isi pantun terlebih dahulu?
Saya biasa membuat “isi” terlebih dahulu, lalu mencari sampiran yang sesuai. Tentu saja harus mengikuti rumus dan jumlah kata setiap lariknya. Akan menjadi lebih sulit ketika membuat sampiran yang disesuaikan dengan “tema” yang dikehendaki. Misalnya tentang mata pelajaran tertentu.
Contoh nyatanya malam ini. Saya hendak membuat pantun untuk “tagihan koperasi” menggunakan sampiran yang berhubungan dengan mata pelajaran kimia.
………………………………………….. (sampiran)
………………………………………….. (sampiran)
Kalau ngaku orang beriman (isi)
Jangan sampai hutang dibawa mati (isi)

Karena sambil tiduran saat “menggali idenya” malah tertidur. Bahkan ketika terbangun dan menulis artikel ini belum mendapatkan sampirannya.
Manteman mau membantu? Boleh disesuaikan dengan mapel atau kabupaten/kota tempat domisili manteman.
Graha Pasir Ona, 1 November 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
