PANTUN LITERASI
Musim penghujan yang tiba di awal November menimbulkan demam berpantun di kalangan guru-guru Smansa Rangkasbitung.
Guru/walas yang menjadi Pembina Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih (setiap Senin pagi) selalu mengakhiri amanatnya dengan berpantun.
Bukan itu saja, terkadang komentar chat WA grup menggunakan pantun. Ungkapan rasa menunggu cair gaji, tukin, dan serti juga menggunakan pantun, seperti termuat dalam artikel saya di Gurusiana beberapa hari yang lalu.
Malam ini terjadi lagi. Screenshot anggota grup WA No Baper terbaru (Menua Bersama, edisi 22) yang baru rilis hari ini saya kirim ke WAG Sakaba-kaba. Sengaja saya posting sebagai wujud apresiasi kepada tiga guru Smansa (Nani Jago, Dini Geo, dan Yu Padmi) yang baru gabung No Baper.

Pak Sofwan Munawar (anggota Gurusiana) yang mengikuti Tagur 365 sejak awal 2022 memberikan komentar dengan berpantun.

Tak mau kalah. Akupun membalasnya dengan pantun. Mengena atau tidak saya abaikan. Yang penting belajar membuat pantun.
PANTUN LITERASI
Hujan deras disertai kilat
Membasahi bumi sore hari
Guru Smansa Rangkas memang hebat
Tak pernah henti mengasah diri
.
Graha Pasir Ona, 03 November 2022
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
