Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
REFLEKSI

REFLEKSI

Apa kabar sahabat gurusianer?

Sedang menunggu pergantian tahun 2022 ke 2023, ya?

Punya acara spesial untuk perayaan datangnya tahun 2022?

Kalau bisa di rumah saja, hujan setiap hari datang, deras ataupun gerimis di luaran cuaca sangat ekstrem.

Mau ke pantai? Cari yang aman dan sesuai untuk menjaga kegembiraan kalian di hari libur ini

Apapun acara kalian, di rumah saja atau travelling, malam ini tepat pukul 00.00 pasti datang tahun 2023.

Yang paling murah dan meriah nonton televisi atau menunggu tetangga mbakar kembang api dan petasan cabe.

Di grup WA alumni SMAPA wilayah Jabodetabek, Banten, dan Jabar ada yang posting tulisan “Refleksi Akhir Tahun” melalui karya puisi W.S. Rendra.

Berikut kutipannya.

Refleksi Akhir Tahun

WS RENDRA

Lahir di SURAKARTA pada tahun 1935.

Meninggal di DEPOK pada tahun 2009.

Puisi terakhir WS Rendra

di buat sesaat sebelum dia wafat, sangat luar biasa kata-katanya.

Hidup itu seperti UAP , yang sebentar saja kelihatan, lalu lenyap !!

Ketika Orang memuji MILIKKU,

aku berkata bahwa ini HANYA TITIPAN saja.

Bahwa mobilku adalah titipan- NYA,

Bahwa rumahku adalah titipan- NYA,

Bahwa hartaku adalah titipan- NYA,

Bahwa putra-putriku hanyalah titipan- NYA...

Tapi mengapa aku tidak pernah bertanya,

MENGAPA DIA menitipkannya kepadaku?

UNTUK APA DIA menitipkan semuanya kepadaku.

Dan kalau bukan milikku,

apa yang seharusnya aku lakukan untuk milik- NYA ini?

Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh- NYA ?

Malahan ketika diminta kembali,

kusebut itu MUSIBAH,

kusebut itu UJIAN,

kusebut itu PETAKA,

kusebut itu apa saja ...

Untuk melukiskan, bahwa semua itu adalah DERITA ...

Ketika aku berdoa,

kuminta titipan yang cocok dengan

KEBUTUHAN DUNIAWI,

Aku ingin lebih banyak HARTA,

Aku ingin lebih banyak MOBIL,

Aku ingin lebih banyak RUMAH,

Aku ingin lebih banyak POPULARITAS,

Dan kutolak SAKIT,

_Kutolak KEMISKINAN,

_Seolah semua DERITA adalah hukuman bagiku.

Seolah KEADILAN dan KASIH-NYA,

harus berjalan seperti penyelesaian matematika dan sesuai dengan kehendakku.

Aku rajin beribadah,

maka selayaknyalah derita itu menjauh dariku,

Dan nikmat dunia seharusnya kerap menghampiriku ...

Betapa curangnya aku,

Kuperlakukan DIA seolah Mitra Dagang ku

dan bukan sebagai Kekasih !

Kuminta DIA membalas perlakuan baikku

dan menolak keputusan- NYA yang tidak sesuai dengan keinginanku ...

Padahal setiap hari kuucapkan,

"Hidup dan Matiku, Hanyalah untuk-MU"

Mulai hari ini,

ajari aku agar menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan

dan menjadi bijaksana,

mau menuruti kehendakMU saja ya "ALLAH".

#Terima kasih guruku, saudaraku, dan pembimbingku.

#Terima kasih manteman atas kunjungan dan doanya.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post