GRATIS
Kamis sore ini ada rencana buka puasa di luar, maksudnya nggak masak tapi jajan di warung makan. Sekali-kali, mumpung tanggal tua, kurang empat hari lagi masuk bulan Maret.
Yang puasa bukan saya, melainkan nak wedok mbayar utang Ramadan yang lalu. Ibu Polda ngajak puasa juga buat nemenin. Saya nggak mau karena ada kegiatan MGMP. Sayang banget kalau konsumsi yang disediakan tidak dinikmati dalam keadaan baru, ayam bakar menu maksi yang dipesan. Hehehe.
Jelang magrib dipastikan jadi makan di luar (kadung nggak masak. Nak wedok mbatalin puasa ala kadarnya. Usai salat magrib langsung meluncur ke RM tujuan.
Dewi fortuna tidak berpihak pada kami, RM tujuan telah tutup. Bablas ke warung alternatif berikutnya, eh tutup juga. Lapar tertunda. Akhirnya sampai ke warung makan PindangSehat di daerah Cibuah, Kecamatan Warunggunung.
Bersyukur nak wedok menahan agar kerupuk dan semur jengkol yang dibawa dari rumah tidak usah dibawa ke dalam warung.
Ternyata di dekat pintu masuk (sebelah tempat cuci tangan, wastafel) ada tulisan seperti yang terpampang pada gambar/bener"
"Yang bawa makanan dari luar, kami sediakan air minum. GRATIS "
Duh, gaya bahasa apa kalimat yang dipakai ☝?
Mungkinkah pemilik warung pensiunan guru Bahasa Indonesia?
Graha Pasir Ona, 24 Februari 2023
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
