Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PANDEMI MEMAKSAKU BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI  UNTUK PEMBELAJARAN

PANDEMI MEMAKSAKU BELAJAR TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PEMBELAJARAN

Sebelum terjadi pandemi corona yang menyebar ke seluruh penjuru bumi, pemahaman saya terhadap teknologi informasi sangat minim. Pemanfaatan komputer (laptop) dalam pembelajaran sebatas untuk pengetikan naskah soal ulangan dan menayangkan materi pelajaran dalam bentuk power point (ppt). Termasuk memanfaatkan media sosial (facebook) untuk ekspos kegiatan kesiswaan di sekolah. Saya belum tahu bahwa google dan mozilla merupakan mesin pintar yang banyak tahu segala informasi yang kita butuhkan.

Dengan diberlakukannya pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi oleh pemerintah telah memberikan banyak perubahan dalam dunia pendidikan. Warga masyarakat pada umumnya menjadi makin melek teknologi. Para pelajar dan guru seolah-olah dipaksa untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam pembelajaran. Smartphone mendadak berubah dari barang mewah menjadi barang kebutuhan sehari-hari. Dunia seakan berada dalam genggaman. Banyak informasi bisa diakses dalam waktu sangat singkat.

Peristiwa pandemi semakin mengukuhkan kebenaran Al-Quran dan kekuasaan Tuhan, Allah Swt. Sebagaimana yang telah diperintahkan oleh Allah Ta’ala agar kita berpikir dengan kisah-kisah dan perumpamaan dalam Al-Quran. “Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.” (QS. Al-A’raf: 176).

Makna praktisnya, kita dapat mengambil pelajaran dari setiap peristiwa yang mengitari kehidupan sekaligus merubah mindset dan perilaku bisa secara perlahan diupayakan di dalam diri kita. Mengambil hikmah itu sangat perlu karena sejatinya itulah kekuatan dari setiap pembacaan yang kita lakukan.

“Allah menganugerahkan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).” (QS. Al-Baqarah [2]: 269).

Guru yang tidak mau belajar teknologi informasi dalam pembelajaran akan ketinggalan zaman. Aktifitas pembelajaran yang dilakukan menjadi kurang menarik bagi peserta didik yang sebagian besar lebih update informasi dan lebih cakap memanfaatkan IT. Selama pandemi, Pemerintah melalui Kemendikbud telah meluncurkan banyak seri guru belajar dan berbagi yang bisa diikuti oleh para guru secara gratis. Beberapa kegiatan diklat daring yang pernah saya ikuti yaitu PembaTIK, Pendidikan Inklusif, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), dan Semangat Guru.

Berbagai komunitas guru dan lembaga pendidikan (PGRI, MGMP, Perguruan Tinggi, LPMP, dan MediaGuru Indonesia) telah menyelenggarakan diklat daring untuk menambah bekal pengetahuan dan keterampilan para guru dalam pembelajaran. Teknik penyusunan karya ilmiah (penelitian tindakan kelas) yang diselenggarakan STKIP Setia Budi (kerjasama antar LPM kampus di Banten) saya ikuti. Tidak ketinggalan diklat penggunaan Canva untuk pendidikan yang diselenggarakan oleh PGRI Lebak dan Forum Guru IPS.

Sesuai dengan tema Hardiknas 2020 “Belajar dari COVID-19” pengetahuan saya tentang IT dan penggunaannya dalam pembelajaran menjadi bertambah. Berbagai kegiatan pengembangan diri (profesi guru) dapat diikuti dari rumah dan murah tanpa meninggalkan kewajiban pembelajaran. Bermodal kemauan dan kuota internet saya mendapatkan banyak sertifikat bernilai angka kredit (AK) untuk bahan usulan kenaikan pangkat/golongan selaku ASN.

Platform Google Classroom, Microsoft Teams, Zoom, Google Meet tetap berguna pada masa normal pembelajaran tatap muka. Penugasan dan penilaian harian bisa menggunakan Google Form dan Quizizz, Penggunaan TTS (Teka Teki Silang) menambah variasi guru dalam pembelajaran. Ketika siswa diajari pembuatan TTS pakai aplikasi online, mereka lebih tertarik untuk belajar (sambil bermain).

Mengikuti diklat Canva for educations selain membantu tugas guru dalam membuat media pembelajaran, juga berguna dalam pembinaan kesiswaan. Pembuatan spanduk, baliho, benner, poster, atau piagam untuk kegiatan kesiswaan bisa didesain sendiri sesuai daya kreasi/seni pembuatnya, dengan tetap memperhatikan rambu-rambu kepatutan dalam pendidikan. MediaGuru Indonesia dengan Gurusiana andil besar mengasah dan menambah wawasan saya dalam bidang literasi. Hal ini dapat membantu tenaga kependidikan di sekolah dalam bidang administrasi.

Sungguh, pandemi telah memaksaku belajar teknologi informasi untuk pembelajaran. Hal ini juga meningkatkan “gengsi” kualitas guru di mata para siswa. Sangat disayangkan kalau ada guru tidak mau meningkatkan kompetensi diri dengan terus belajar. Beranikah mereka mengatakan kepada anak didiknya: “Belajar sepanjang hayat. Tak ada kata tua untuk terus belajar.”

Rangkasbitung, 20 Maret 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post