Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
MENGAJAR DENGAN CINTA

MENGAJAR DENGAN CINTA

Menyambut tahun ajaran baru sudah menjadi rutinitas dalam dunia pendidikan. Para pihak yang terlibat (pemerintah/dinas pendidikan, kepala sekolah, guru, dan orang tua) harus berpikir ekstra sesuai dengan kepentingan dan kewenangan masing-masing. Berbagai regulasi dan kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru dan perpindahan peserta didik menjadi bagian yang penting bagi para pemangku kepentingan. Perubahan aturan dan kebijakan perlu dilakukan oleh pemerintah, dinas pendidkan, dan sekolah berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Pada umumnya, orang tua yang masih memiliki anak usia sekolah menjadi sibuk menghadapi tahun ajaran baru. Bagi yang anaknya baru lulus SD, SMP, atau SMA, orang tua harus mencari dan mendaftarkan anaknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Anak-anak yang baru naik kelas juga perlu dipenuhi kebutuhan seragam sekolah dan perlengkapan sekolah lainnya. Buku teks mata pelajaran yang digunakan di sekolah bisa menjadi pelengkap belajar, termasuk buku tulis, dan peralatan sekolah lainnya.

Ketika memasuki tahun ajaran baru, seorang guru perlu menyiapkan program pembelajaran yang akan dilakukan sesuai pembagian tugas guru di sekolahnya. Agar proses pembelajaran yang akan dilakukan lebih menarik perhatian dan tidak membosankan peserta didik yang diajarnya, seorang guru perlu melakukan perenungan dan refleksi terhadap pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan. Proses refleksi ini dapat membantu guru dan sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan yang diberikan kepada peserta didik.

Hal ini bisa dilakukan pada akhir pertemuan dengan peserta didik di kelas menjelang akhir tahun ajaran dengan meminta kesan dan pesan dari mereka. Meminta kritik dan saran dari peserta didik tidak akan menjadi aib bagi seorang guru. Merefleksi pelaksanaan pembelajaran dengan cara meninjau kembali proses belajar-mengajar yang dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi efektifitas metode pengajaran, mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan, serta mencari solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Tahun ajaran baru menjadi momentum terbaik bagi guru mengaplikasikan hasil refleksi kegiatan pembelajaran. Tiga tahun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama masa pandemi menyisakan “pekerjaan rumah” bagi guru. Pendidikan karakter bagi peserta didik tidak bisa ditanamkan dengan teknologi informasi. Semangat belajar, daya juang, jiwa kompetisi dalam prestasi para peserta didik bisa dikatakan menurun.

Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, guru (dan wali kelas) dapat melakukan inovasi baru untuk menyambut tahun ajaran baru. Inovasi baru yang dilakukan sebagai hasil refleksi pelaksanaan pembelajaran sebelumnya yaitu mengajar dengan "cinta."

Yang dimaksud mengajar dengan cinta adalah:

1. Ciptakan komunitas kelas yang positif.

Komunitas kelas yang positif dapat diisi dengan materi-materi pelajaran yang menarik dan menyenangkan sesuai silabus mata pelajaran. Pengembangan silabus/capaian pembelajaran lebih terbuka dalam implementasi Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Tentunya, pengembangan kurikulum yang dilakukan oleh sekolah tetap mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.

2. INovasi pembelajaran yang kreatif dan menarik.

Selama masa pandemi banyak produk teknologi informasi baru yang dapat diterapkan dalam pembelajaran jarak jauh. Banyak aplikasi dan fitur TI yang masih dapat digunakan dalam pembelajaran di kelas agar lebih menarik. Sajian materi dalam bentuk Power Point (PPt), vidio pembelajaran, atau laboratorium virtual membantu guru dalam variasi mengajar. Penilaian hasil belajar menggunakan Google Formulir, Mentimeter, atau Quizizz lebih menarik dan menantang untuk mengukur tingkat pemahaman dan penguasaan materi yang diajarkan.

3. TAnamkan suasana belajar yang aman dan nyaman.

Suasana belajar yang aman dan nyaman dapat diperoleh dengan melakukan pendekatan yang baik antara guru dan peserta didik. Tata tertib kelas dan aturan selama pembelajaran dibuat oleh guru bersama peserta didik dan disepakati untuk dilaksanakan. Etika pergaulan peserta didik dengan teman, guru, dan tenaga pendidikan harus ditanamkan untuk menumbuhkan rasa hormat, sopan santun, dan menghargai sesama manusia.

Guru yang mengajar dengan cinta akan terasa seperti mengajar anak-anaknya sendiri. Ini yang dibutuhkan untuk mendukung terciptanya suasana kelas yang nyaman dan hubungan yang baik sesama warga sekolah. Kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) adalah waktu yang tepat untuk menggugah semangat “generasi rebahan” agar bangkit dan tumbuh menjadi generasi emas yang tangguh. Hal ini dilakukan agar mendapatkan suasana baru bagi peserta didik yang naik kelas atau naik jenjang pendidikan.

Rangkasbitung, 20 Agustus 2023

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post