Isak Isnain

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN  UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

PEMBELAJARAN YANG MENYENANGKAN UNTUK MENCAPAI TUJUAN PENDIDIKAN NASIONAL

Secara umum, pembelajaran IPA menjadi lebih bermakna jika disertai praktik di ruang laboratorium atau di luar ruangan yang berfungsi sebagai laboratorium alam, misalnya kebun dan kolam ikan. Namun, tidak semua guru IPA sering melakukan pembelajaran praktik dengan alasannya masing-masing. Keterbatasan alat dan bahan, serta karakteristik materi yang dibahas sering menjadi alasan utama. Ada juga guru yang jarang praktikum karena tidak mau repot dan capai. Penyebabnya tidak ada tenaga laboran, sehingga guru tersebut harus bekerja ekstra sebelum dan sesudah selesai praktikum. Dari menyiapkan alat dan bahan, membimbing/mengawasi jalannya praktikum, hingga membereskannya usai praktik.

Pendidikan yang membahagiakan adalah konsep pendidikan yang berfokus pada kesejahteraan dan kebahagiaan siswa dan guru. Konsep ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah No. 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu'ti, pendidikan yang menyenangkan (joyful learning) adalah pendidikan yang membuat siswa belajar dengan sukacita dan bukan sebagai beban. Pendidikan ini juga harus bermakna (meaningful learning) dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa, serta membekali mereka dengan keterampilan yang dibutuhkan di dunia modern.

Pendidikan yang membahagiakan (menyenangkan) dapat dicapai dengan menerapkan prinsip-prinsip:

1. Pembelajaran yang berpusat pada siswa: Siswa menjadi subjek utama dalam proses pembelajaran, dan guru berperan sebagai fasilitator dengan metode yang bervariasi. Pembelajaran berbasis proyek bisa dilakukan agar siswa lebih berperan aktif dan kreatif.

2. Lingkungan belajar yang positif: Lingkungan kelas perlu dipersiapkan untuk pelaksanaan pembelajaran yang aman, nyaman dan berpihak pada ekosistem pembelajaran meliputi fasilitas fisik. Fasilitas fisik tersebut seperti ruang kelas yang baik, bersih dan rapi serta terdapat sirkulasi udara dan pencahayaan yang cukup. Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan dapat meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa.

3. Keterlibatan aktif siswa: Siswa didorong untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Materi pelajaran tertentu bisa disajikan dalam bentuk diskusi kelompok atau praktikum per kelompok. Siswa akan berpikir kritis dalam penentuan masalah, memperoleh data, pembahasan masalah, dan menyusun kesimpulannya.

Pendidikan yang membahagiakan dapat dilaksanakan dengan kiat-kiat:

1. Guru sebagai fasilitator: Guru harus mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif dan memfasilitasi proses pembelajaran siswa.

2. Pembelajaran yang kontekstual: Pembelajaran harus relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa dan dapat meningkatkan minat belajar mereka.

3. Penggunaan teknologi: Teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan membuat proses belajar lebih menyenangkan.

4. Keterlibatan orang tua: Orang tua harus dilibatkan dalam proses pembelajaran siswa untuk meningkatkan dukungan dan motivasi.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip dan kiat-kiat di atas, pendidikan yang membahagiakan dapat dicapai dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu, penting bagi guru, siswa, dan orang tua untuk bekerja sama dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan menyenangkan.

Manajeman sekolah yang kompeten dan kolaboratif, guru-guru yang aktif dan kreatif dapat menjadikan sekolah sebagai tempat kegiatan yang menyenangkan, sehingga akan membuat peserta didik senang dan bersemangat mengikuti pembelajaran. Lingkungan belajar menjadi faktor penting dalam kesuksesan pembelajaran karena lingkungan belajar akan mendukung kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan dan nyaman untuk mencapai tujuan pendidikan nasional..

Rangkasbitung, 8 Juli 2025

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post