Kapan pun (T.354)
Suara toa masjid terdengar jelas
Kalimat yang tidak diinginkan semua insan
Telinga dipasang semaksimal mungkin.
Entah siapa yang telah dipanggil sang Kholik
Malaikat maut telah menjemput nyawa manusia
Untuk dibawa ke atas langit tanpa batas
Berkabung dan turut berbelasungkawa
Meninggalnya sanak keluarga
Misteri yang tak bisa terpecahkan
Sekalipun teknologi tercanggih
Tak mampu mengembalikan nyawa
Kembali terdengar
Innalilahi wa innailaihi rojiun
Satu nyawa lagi mengangkasa
Ruh digandeng oleh malaikat
Sekalipun bersembunyi didalam sekat
Atau bersembunyi di ruang pekat
Nyawa terlepas dibadan melekat
Begitu mudahlah mencabut nyawa
Tak kenal tua dan muda
Tak peduli berkeluarga atau perjaka
Yang miskin ataupun yang kaya
Paras Cantik tak jadi jaminan masuk surga
Ganteng bukanlah halangan masuk neraka
Ajal yang tergadai kembali diambil sang pemiliknya
Kita pun tak berdaya
Hanya merenung ditengah malam
Berdzikir larut dalam kelam
Berbuat dosa jam demi jam
Beristighfar saat batin terhunjam
Kapan meninggal
Aku belum tahu.
Pasrahkan kapada tuhan.
Bahwa kita penuh dosa seperti butiran
Jangan dicabut dahulu nyawa dibadan.
Sebelum bekal dunia akhirat semakin bertambah
===================================================
Garahan 19 Januari 2025/,Ahad, 19 Rajab 1446 H, 01.28 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
