Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang, Pahlawan Kecil di hutan kecil (T.336b)

Kumbang, Pahlawan Kecil di hutan kecil (T.336b)

Pada suatu pagi yang cerah, seekor kumbang kecil bernama Bumi terbangun dengan semangat tinggi. Ia terkenal di hutan sebagai kumbang yang baik hati dan suka menolong teman-temannya. Sayapnya yang mengkilap dan senyumnya yang ramah membuatnya disukai oleh semua penghuni hutan. Hari itu, Bumi memutuskan untuk menjelajahi hutan dan mencari siapa saja yang membutuhkan bantuannya. Ia berjalan menyapa semut-semut yang sibuk, capung yang beristirahat di daun, dan kupu-kupu yang menari di udara. Namun, tak lama kemudian, Bumi mendengar suara tangisan kecil di rerumputan. Dengan cepat, ia terbang ke arah suara tersebut untuk melihat apa yang terjadi.

Bumi menemukan seekor capung kecil yang terkulai lemas di tepi sungai.

"Sayapku terluka saat terbang melewati ranting tajam," keluh Capung sambil menahan sakit.

Tanpa berpikir panjang, Bumi mencari daun obat yang tumbuh di sekitar hutan. Ia meracik ramuan dari getah daun tersebut dengan telaten. Setelah itu, ia mengoleskan ramuan tersebut ke sayap Capung. Perlahan, Capung merasa lebih baik dan mulai bisa mengepakkan sayapnya lagi.

"Terima kasih, Bumi, kau telah menyelamatkanku," ucap Capung penuh syukur.

Dengan hati bahagia, Bumi melanjutkan perjalanannya untuk mencari teman lain yang mungkin membutuhkan bantuan.

Saat berjalan di tepi sungai, Bumi melihat seekor semut kecil yang terhanyut oleh arus deras. "Tolong! Tolong aku!" teriak Semut sambil berusaha menggapai ranting. Bumi segera terbang mendekat dan menggunakan cangkangnya yang kuat untuk mengangkat Semut dari air. Ia membawa Semut ke tempat aman di pinggir sungai. Semut merasa sangat lega dan mengucapkan terima kasih kepada Bumi. "Kau benar-benar pahlawan kecil, Bumi!" kata Semut dengan mata berbinar. Setelah memastikan Semut aman, Bumi melanjutkan perjalanan dengan semangat yang semakin besar.

Di tengah perjalanan, Bumi mendengar suara kecil meminta tolong dari arah semak-semak. Ia menemukan seekor kupu-kupu cantik yang terjebak di lumpur karena sayapnya basah. Bumi dengan hati-hati menarik Kupu-Kupu menggunakan kakinya yang kuat. Setelah berhasil mengeluarkan Kupu-Kupu, Bumi membersihkan lumpur dari sayapnya dengan lembut. Ia kemudian mengipasi sayap Kupu-Kupu hingga kering menggunakan angin dari sayapnya sendiri.

"Kau telah menyelamatkanku, Bumi. Aku tidak tahu bagaimana harus berterima kasih," ucap Kupu-Kupu penuh rasa haru. Melihat Kupu-Kupu kembali terbang membuat hati Bumi semakin bahagia.

Hari itu, Bumi merasa sangat puas karena telah membantu banyak teman. Ia menyadari bahwa kebahagiaan sejati datang dari berbagi dan menolong. Saat pulang, hewan-hewan di hutan menyambutnya dengan gembira dan mulai memanggilnya “Pahlawan Kecil.” Semua penghuni hutan kini tahu bahwa Bumi adalah sosok yang bisa diandalkan. Petualangan hari itu membuat Bumi semakin dihormati dan dicintai oleh teman-temannya. Dalam hati, Bumi berjanji untuk terus menjadi pelindung bagi penghuni hutan. Ia menyadari bahwa dunia akan menjadi tempat yang lebih indah jika semua makhluk saling membantu dengan tulus. Sebagai tanda terima kasih, Capung, Semut dan Kupu-kupu memberikan kado dan bunga untuk Bumi yang baik hati dan suka menolong.

=================================================

Garahan, 01 Januari 2025/Rabu Pon, 01 Rajab 1446 H, 21.59 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post