Legenda Gumuk Sepikul Jember (T.339c)
Pada zaman dahulu, di Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, hiduplah seorang tokoh agama yang dihormati bernama Ki Demang. Ki Demang dikenal sebagai orang yang bijaksana dan sering memimpin pengajian di desa-desa sekitar. Suatu hari, setelah selesai mengajar, ia membawa berkat berupa nasi kenduri yang diletakkan di atas ongkek, tempat untuk membawa makanan. Perjalanan pulang Ki Demang terasa cukup jauh, sehingga ia merasa sangat lelah dan memutuskan untuk beristirahat di sebuah tempat yang tenang. Ketika ia terlelap, tanpa disadari, berkat yang dibawanya tertinggal di tempat itu.


Ki Demang melanjutkan perjalanan tanpa mengetahui bahwa berkatnya tertinggal begitu saja. Setelah beberapa lama, ia baru menyadari bahwa berkat tersebut tidak ada bersamanya. Ia pun kembali mencari berkat itu, namun setelah berkeliling, ia tidak berhasil menemukannya. Ki Demang merasa bingung dan memutuskan untuk kembali pulang tanpa membawa berkat itu. Ketika ia pulang, ia hanya bisa berharap agar berkat tersebut tidak menjadi masalah bagi siapa pun.

Seiring berjalannya waktu, tempat di mana berkat tersebut tertinggal mulai mengalami perubahan yang aneh. Secara perlahan, tanah di sekitar berkat yang ditinggalkan tumbuh subur dan membentuk dua bukit yang berdampingan. Bukit-bukit itu semakin tinggi dan kokoh, membentuk dua gunung yang indah dan megah. Orang-orang yang melewati daerah itu sering merasa heran dengan fenomena tersebut, namun mereka juga merasa ada sesuatu yang sakral di tempat itu.

Lama kelamaan, bukit-bukit tersebut dikenal dengan nama Gunung Sepikul oleh penduduk setempat. Legenda tentang Ki Demang dan berkat yang tertinggal menyebar di kalangan masyarakat dan menjadi cerita yang terus diceritakan turun temurun. Gunung Sepikul dianggap sebagai simbol keberkahan dan kemakmuran bagi masyarakat di sekitar wilayah itu. Setiap tahun, banyak orang yang datang ke gunung itu untuk berdoa dan memberikan penghormatan.
Hingga kini, Gunung Sepikul menjadi salah satu tempat wisata yang menarik perhatian banyak orang. Selain keindahan alamnya yang menakjubkan, keberadaan gunung tersebut mengingatkan orang akan kisah Ki Demang dan berkat yang ditinggalkan. Masyarakat percaya bahwa gunung itu memiliki kekuatan mistis yang membawa keberuntungan bagi siapa saja yang berkunjung dengan niat baik. Begitulah legenda Gunung Sepikul yang terus hidup dan berkembang di kalangan masyarakat Jember khususnya di desa Pakusari.
=====================================================
Garahan, 04 Januari 2025/Sabtu Legi, 05 Rajab 1446 H, 21.14 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
