Legenda Gunung Meru dan Betiri (T.338b)
Di zaman dahulu kala, ada dua gunung yang sangat terkenal di tanah Jawa, yaitu Gunung Meru dan Gunung Betiri. Kedua gunung ini memiliki kisah yang menarik, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Gunung Meru, yang terletak di ujung barat, adalah tempat para dewa berkumpul untuk menjaga keseimbangan alam. Sementara Gunung Betiri yang terletak di timur, adalah rumah bagi makhluk halus dan roh penjaga alam. Kedua gunung ini memiliki hubungan yang sangat erat, meskipun jarak mereka sangat jauh.
Konon, dahulu kala Gunung Meru dan Betiri pernah saling jatuh cinta. Mereka adalah pasangan yang sangat harmonis, namun terhalang oleh perbedaan dunia tempat mereka tinggal. Gunung Meru yang mulia dan suci, merasa tidak pantas untuk hidup bersama Gunung Betiri yang dipenuhi dengan roh-roh halus. Namun, cinta mereka begitu kuat, dan mereka tidak dapat menahan perasaan satu sama lain. Mereka pun saling berdoa kepada para dewa agar bisa bersatu, meskipun tantangan besar harus mereka hadapi.
Namun, takdir berkata lain. Suatu hari, para dewa merasa bahwa hubungan cinta antara kedua gunung ini bisa mengancam keseimbangan alam semesta. Mereka pun memutuskan untuk memisahkan Gunung Meru dan Betiri. Dengan kekuatan mereka, para dewa membuat Gunung Meru semakin menjulang tinggi ke langit, sementara Gunung Betiri turun ke bumi, namun tetap berada di jalur yang dekat. Meskipun terpisah, keduanya tetap saling merindukan.
Setiap malam, suara angin yang berhembus dari kedua gunung ini selalu terdengar seperti bisikan cinta yang tak kunjung padam. Mereka mengirimkan doa dan harapan agar suatu hari dapat bertemu kembali. Masyarakat sekitar percaya bahwa setiap kali terjadi badai besar atau gempa bumi, itu adalah tanda bahwa Gunung Meru dan Betiri sedang berkomunikasi. Mereka saling merindukan, namun takdir tak membiarkan mereka bersatu.
Kini, Gunung Meru dan Betiri menjadi simbol cinta yang abadi. Meskipun mereka terpisah oleh waktu dan ruang, keduanya tetap saling menjaga alam dan kehidupan yang ada di sekitarnya. Gunung Meru terus menjulang tinggi dengan kebesaran dewa-dewa, sementara Gunung Betiri tetap penuh dengan kehidupan mistis yang menakjubkan. Legenda ini terus hidup, menjadi cerita yang diceritakan turun-temurun, dan mengingatkan kita akan kekuatan cinta yang mampu mengatasi segala perbedaan.
===================================================
Garahan, 03 Januari 2025/Jumat Kliwon, 03 Rajab 1446 H, 12.45 H

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
