Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Nostalgia naik Bus ke Sekolah (T.360)

Nostalgia naik Bus ke Sekolah (T.360)

Di era 80-90an transportasi darat menjadi primadona bagi masyarakat menengah ke bawah seperti kereta api dan bus. Kendaraan pribadi belum mendominasi jalan raya era orde baru yang nyaris tidak ada lubang, mulus seperti pipinya artis jaman dahulu tanpa make over. Sepeda pancal, Dokar, delman, pick up, mobil angkutan umum seperti colt adalah alat transportasi pedesaan yang dapat diandalkan seperti para pedagang keliling dari pasar satu ke pasar lainnya. Tidak terkecuali para siswa yang belajar di luar desanya merambah ke kota yang hiruk pikuk

Jaman seragam putih abu-abu pada tahun 90-an, Bus menjadi alat transportasi yang sangat nyaman untuk siswa yang belajar dikota seperti Penulis. Disamping murah, juga nyaman dan cepat. Dapat potongan karcis dari Pak Kondektur karena sebagai pelajar yaitu 50% misalnya dari rumah penulis yaitu desa Sempolan ke terminal Pakusari Jember harga karcis untuk umum Rp. 500,- maka penulis bayar karcis Rp. 250,- dan sering tidak diberikan karcis karena bukan penumpang umum. Ada beberapa Perusahaan Otobus yang ramah terhadap pelajar waktu itu yaitu Akas, Mila sejahtera dan Harapan Kita. Setiap kali pelajar menyetop bus pasti bus itu akan berhenti untuk mengantarkan pelajar sampai ke terminal Pakusari atau Tawang Alun Jember. Kepada Sopir dan Kondektur Bus Akas, Mila Sejahtera dan Harapan Kita terima kasih atas kesabarannya, bila masih hidup semoga diberi kesehatan dan umur Barokah, apabila sudah tutup usia semoga amal ibadahnya akan diterima di sisi Allah SWT.

Selain Bus antar kota antar provinsi, ada juga angkutan umum yang murah meriah bagi pelajar yang belajar dikota yaitu Bus Kota DAMRI. Siapapun pelajar yang mengais ilmu di kota Pandhalungan Jember pastilah tahu persis jadwal keberangkatan Bus kota ini. Bus DAMRI penuh sesak dengan pelajar SMP, SMA atau yang sederajat seperti Penulis yang sekolah di MAN 2 Jember. Jam **(censored)**Bus kota D dan E akan berbaris di terminal Pakusari, Arjasa, Tawang Alun dan Ajung. Semua pelajar berbaur menjadi satu SMA 1, SMA 2, SMA 3, SMA 4, MAN 1, MAN 2, SMKN, SMP Maria Fatima, SMP/SMA Petro Paulus, SMA Kartika, MTsN 1, MTsN 2 dan berbagai sekolah di kota Jember. Jika tidak mendapati bus kota maka ada alternatif lainnya yaitu naik mobil Lin kuning. Begitu juga ketika jam pulang sekolah Bus DAMRI sudah stanby di halte-halte mengantar para pelajar ke terminal terdekat. Kalau berangkat sekolah para pelajar masih harum dan mewangi akan tetapi bila pulang sekolah aroma bus campur aduk rasa nano-nano hahaha.....

Kesan sebagai pelajar dengan adanya bus angkutan umum pada waktu itu sangatlah membantu dan bermanfaat, tinggal mengatur waktu saja sehingga bisa nutut ikut bus. Kenangan ini tentunya akan membawa penulis kembali ke jaman dulu untuk menolak lupa dan akan terukir selalu apalagi bila ditulis dalam sebuah lembaran kertas untuk dibuat buku. Terima kasih sopir, kondektur dan otak yang telah mengingatkan penulis.

====================================================

Garahan, 25 Januari 2025/Sabtu Kliwon, 25 Rajab 1446 H, 16.09 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post