Puisi malam tanpa Judul (T.363a)
Begitulah kira-kira
Ketika malam kian larut
Sepi sekali tak ada suara katak
Bunyi jangkrik pun tak ada
Apalagi suara kuntilanak yang tertawa
Pocong pun sekarang menjadi teh poci
Di seduh air panas lalu diminum
Terasa hangat di kerongkongan
Lega rasanya di malam tanpa Judul
Sekilas malam tanpa bintang
Bulan pun malu menyapa
Gelap gulita tanpa berkas cahaya
Suasana malam bagai kuburan
Banyak manusia lagi tiduran
Menikmati alam mimpi yang nyaman
Hingga mentari kembali siuman
Bagaimana dengan aku?
Mata sepat tak mau tertidur
Badan terebah diatas kasur
Istri tidur mendengkur
Persis bunyi burung tekukur
Allahu Akbar
Alunan melodi dengkurnya begitu indah
Membuat diriku dalam kamar betah
Tak mampu menahan lelah
Lelah karena suara mendesah
Tidurlah wahai istriku
Butuh istirahat yang penuh
Aku akan menjaga tidurmu
Sampai menjelang subuh
Tapi itu hanyalah bualanku
Yang tak mungkin aku mampu
Hanya sekedar puisi malamku
Tuk menyenangi diriku
Tatkala kelopak mata belum rapat
Badan mungilku sengaja ku rebahkan
Mumpung melek, ngantuk tak ku dapat
Ku buat puisi malam meringangkan beban
Yah puisi malam tanpa judul
Tapi puisiku bukan puisi Jadul
Isinya mantul
Apalagi puisi mandul
====================================================
Garahan, 28 Januari 2025/Selasa, 28 Rajab 1446 H, 22.16 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
