Surga Alam Taman Nasional Meru Betiri Versi Banyuwangi (T.338)
Anda suka jalan-jalan meng-eksplore alam? keanekaragaman hayati, pesona pantai, flora-fauna, gunung dan bebukitan semua ada Taman Nasional Meru Betiri. Tempat ini menjadi salah satu tujuan menarik untuk rekreasi di Jawa Timur, terutama bagi masyarakat Banyuwangi dan Jember. Kawasan ini menajdi salah satu daya tarik alam yang tak kan terlupakan. Kali ini meneropong Taman Nasional Meru Betiri versi Banyuwangi atau via Banyuwangi. Salah satu yang paling banyak menarik perhatian di Taman Nasional ini via Banyuwangi adalah Pantai Sukamade Banyuwangi.

Salah satu daya tarik utama Taman Nasional Meru Betiri adalah Pantai Teluk Hijau. Dinamai demikian karena air lautnya tampak biru kehijauan, akibat keberadaan alga yang hidup berkelompok di dasar pantai. Pantai ini dikenal dengan pasir putih yang bersih, air terjun setinggi 8 meter, dan hamparan batu karang besar di sepanjang tepiannya. Meskipun medan menuju pantai ini cukup menantang, keindahannya mampu menggantikan segala lelah perjalanan.

Pantai Sukamade merupakan destinasi istimewa di Taman Nasional Meru Betiri, terkenal sebagai habitat penyu. Wisatawan dapat menyaksikan penyu bertelur, mengikuti pelepasan tukik (anak penyu), dan mengunjungi penangkaran penyu. Beberapa spesies yang bersarang di sini termasuk Penyu Belimbing, Penyu Sisik, Penyu Hijau, dan Penyu Lekang. Selain itu, kawasan ini juga menjadi rumah bagi satwa lain seperti kijang, merak, macan tutul, dan monyet.
Di sekitar Pantai Sukamade, wisatawan juga dapat menikmati keindahan hutan mangrove. Sungai yang melintasi hutan ini menjadi lokasi ideal untuk mengamati berbagai jenis burung, seperti elang laut dan dara laut.


Saat menuju Pantai Teluk Hijau, pengunjung akan melewati Pantai Batu yang berjarak sekitar 300 meter. Pantai ini dipenuhi bebatuan dari berbagai ukuran, yang menghasilkan suara khas saat dihantam ombak. Menurut penduduk lokal, batu-batu kecil di pantai ini terbawa tsunami pada tahun 1994.
Keberadaan bebatuan juga menambah keunikan tersendiri. Air pantai yang jernih berpadu dengan hitamnya bebatuan serta hijaunya pepohonan. Semua menambah keindahan tersendiri dari tempat ini dan membuatnya layak untuk Anda kunjungi.
Terlebih lagi, keaslian dan keasrian Pantai Batu ini masih terjaga dengan baik. Udaranya sangat segar dengan nuansa teduh dari pohon-pohon yang ada sehingga kesariannya sangat terasa. Wajar jika Anda ingin berlama-lama di sini.

Selain wisata laut, taman nasional ini juga menawarkan berbagai kawasan dataran tinggi. Ketinggiannya pun bervariasi hingga sekitar 1.200 meter. Beberapa di antaranya adalah Gunung Meru (343 meter) dan Gunung Betiri (1.233 meter).
Taman Nasional Meru Betiri adalah area pelestarian alam dengan ekosistem asli yang dikelola melalui sistem zonasi. Secara resmi, kawasan ini hanya dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, budidaya, pariwisata, serta rekreasi. Selain keanekaragaman floranya, Taman Nasional Meru Betiri juga merupakan rumah bagi 336 jenis fauna. Ini mencakup 25 jenis mamalia, di mana 18 jenis di antaranya dilindungi, seperti macan tutul (Panthera pardus) dan banteng (Bos javanicus).
Tak hanya itu, taman ini juga memiliki 7 jenis reptilia dengan 6 jenis di antaranya dilindungi, 168 jenis burung yang 68 jenis di antaranya dilindungi, 35 jenis insekta, 6 jenis bivalvia, dan 71 jenis Arthropoda tanah.



Rute perjalanan ke Taman Nasional versi Banyuwangi:
Jember - Genteng - Jajag - Pesanggaran - Sarongan - Rajegwesi (Pintu Gerbang Timur) - Sukamade, dengan jarak sekitar 146 km dan waktu tempuh sekitar 7 jam.
Banyuwangi - Jajag - Pesanggaran - Sarongan - Rajegwesi (Pintu Gerbang Timur) - Sukamade, dengan jarak sekitar 126 km dan waktu tempuh sekitar 5 jam.
Info Tiket: Hari Kerja:
Pengunjung umum:
Mancanegara (WNA): Rp 150.000/orang/hari
Nusantara (WNI): Rp 5.000/orang/hari
Rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang):
Mancanegara (WNA): Rp 100.000/orang/hari
Nusantara (WNI): Rp 3.000/orang/hari
Hari Libur:
Pengunjung umum:
Mancanegara (WNA): Rp 225.000/orang/hari
Nusantara (WNI): Rp 7.500/orang/hari
Rombongan pelajar/mahasiswa (minimal 10 orang):
Mancanegara (WNA): Rp 150.000/orang/hari
Nusantara (WNI): Rp 4.500/orang/hari
Ketentuan Bagi Pengunjung Taman Nasional Meru Betiri: Dikutip dari laman resminya, berikut ketentuan yang harus dipatuhi setiap pengunjung Taman Nasional Meru Betiri:
Mentaati peraturan Perundang-undangan yang berlaku serta petunjuk pemandu/petugas lapangan.
Memberikan dukungan, bantuan, dan partisipasi untuk ikut mengamankan dan melestarikan kawasan.
Membayar sesuai biaya dan tarif yang berlaku.
Mematuhi larangan antara lain:
Membawa senjata api/angin/bius/tajam, binatang peliharaan, benih tanaman, bahan kimia, minuman keras, dan obat-obatan terlarang.
Memetik gitar, menggunakan alat musik, menghidupkan alat yang dapat mengganggu satwa liar.
Melakukan tindakan yang dapat merusak keutuhan kawasan baik terhadap tumbuhan maupun satwa.
Berburu, menangkap, membawa, dan memiliki satwa atau bagian-bagiannya, baik dalam keadaan hidup maupun mati, kecuali untuk tujuan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Melukai atau membunuh satwa, kecuali satwa tersebut membahayakan keselamatan pengunjung sesuai ketentuan berlaku.
Mengambil, merusak, membawa, dan memiliki telur atau sarang satwa, kecuali untuk tujuan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menebang, memotong, mengambil, dan memiliki tumbuhan dan bagian-bagiannya dalam keadaan hidup/mati, kecuali untuk tujuan penelitian sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Membuang sampah dan bahan-bahan lainnya yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, kecuali pada tempat yang telah diperhitungkan.
Melakukan kunjungan di luar lokasi yang telah ditentukan.
Melakukan vandalisme pada tumbuhan, batu, bangunan, dan lain-lain.
Menyalakan api yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran, kecuali pada tempat-tempat yang telah ditentukan.
Nah, Bagi yang suka berpetualang di hutan, Taman Nasional Meru Betiri adalah salah satu agenda yang harus direncanakan perjalanan petulang berikutnya. Selamat berpetualang di Negeri Khatuliswa.
Sumber:
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
**(censored)**
==============================================
Garahan, 03 Januari 2025/Jumat Kliwon, 03 Rajab 1446 H, 09.02 WIB


Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
