Tukang Becak dan Uang Ratusan Juta (T.364)
Buru-buru berangkat ke Pondok pesantren Putri, sang anak santri yang sakit setelah mendapatkan kabar dari pondok pesantren. Tanpa persiapan apapun langsung menuju ke kota di pagi hari untuk dijemput pulang. Hampir satu jam dalam perjalanan hingga sampai juga di pondok yang berada di jantung kota. Sang Istri langsung ke kantor menemui pengurus dan masuk ke kamar pondok tempat anak santri berada.
Penulis menunggu di tempat parkir dan bergeser sedikit ke Musholla umum untuk berteduh. Suasana pondok dan tempat parkir begitu sepi karena bukan jam kunjungan yang biasanya hari Jum'at. Penulis menyapa sang bapak tukang parkir sepeda motor sekaligus sebagai tukang penarik becak, lama berbincang-bincang, beliau bercerita tentang dirinya mulai berkunjung ke rumah wali santri yang berada desa penulis sampai kehidupan keluarganya.
Hingga pada akhirnya beliau bercerita tentang penemuan sebuah Handphone di teras mushalla pondok dengan merk yang brended, Seandainya beliau membelinya tidak akan mampu, butuh bertahun-tahun untuk menabung. HP tersebut disimpan di dalam bagasi becaknya, namun sampai jam 4 sore tidak ada orang yang emnanyakan kehilangan HP. Beliau bisanya pulang mbecak jam 14.00 tetapi karena beliau menemukan HP harus pulang tidak seperti biasanya, beliau tetap menunggu di atas becaknya. Sekitar jam 5 sore, ada seorang ibu turun dari sepeda matic dan menanyakan perihal kehilangan HPnya ke tukang becak, dari wajahnya nampak sangat sedih. Tukang becak ini mengambil HP yang ia temukan dibagasinya dan memberikan ke ibu-ibu itu, Sang ibu bahagia sambil nangis bukan karena HPnya akan tetapi kejujuran Tukang becak yang masih terpelihara dalam hatinya. Sang Ibu memeriksa cashing HPnya ternyata uangnya masih ada sejumlah Rp. 500.000,- langsung diberikan kepada tukang becak, tukang becak menolak secara halus, namun pada akhirnya sang tukang becak menerima pemberian sejumlah uang itu dari ibu yang kehilangan HPnya.
Hari berikutnya, Bapak tukang becak ini kembali menemukan tas kecil di tempat yang sama yaitu di mushalla depan pondok pesantren, beliau mengambil tas kecil itu untuk di amankan dari orang yang tidak bertanggung dan diletakkan di kamar mushalla karena hari mulai sore, dia buru-buru pulang. Keesokan harinya pada waktu siang, ada seorang laki-laki bertanya ke tukang becak, apakah bapak menemukan tas kecil warna hitam? tukang becak tersebut langsung ke kamar Mushalla dan memberikan tas hitam kepada laki-laki itu, laki-laki itu memeriksa isi tas hitam itu ternyata tidak ada yang hilang seperserpun. Laki-laki itu memberikan lembaran 20rb, satu lembar 10rb dan 5rb, kembali tukang becak menolak secara halus, si laki-laki memaksanya untuk menerima pemberiannya sebagai bentuk terima kasih. Tukang becak pun menerima pemberian si laki-laki itu, selang tak berapa lama, ada seorang perempuan menghampiri keduanya nampak bahagia karena tasnya yang hilang ditemukan oleh bapak tukang becak, perempuan itu bertanya kepada laki-laki yang ternyata suaminya, apakah suaminya telah memberi uang kepada tukang becak? si laki-laki menjawab ia sejumlah Rp. 35.000,-, perempun tersebut marah-marah karena si laki-laki itu yang juga suaminya hanya memberikan uang tidak sebanding yang ada di dalam tas tersebut yaitu uang tunai Rp. 7.000.000,-, Tiga buah ATM, dan surat-surat penting kendaraan jika di uangkan hampir Rp. 500.000.000,-. Si tukang becak berlalu dari perdebatan itu dan kembali menaiki becaknya yang terparkir di depan mushalla.
Mari kita renungi kejadian di atas sebagai bentuk muhasabah diri dan sebagai tolak ukur seberapa besar rasa ikhlas kita kepada orang yang telah menolong dari kesusahan sebagai bentuk rasa Empati.
===================================================
Garahan, 29 Januari 2025/Rabu, 29 Rajab 1446 H, 18.09 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
