Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
(Masih) Penasaran (T.371)

(Masih) Penasaran (T.371)

Kenapa selalu juara ya? Apa rahasianya? Apakah dari metodenya? Apakah dari gurunya? Apakah dari siswanya? Apakah dari orang tuanya yang selalu memberi support? Apakah dari peralatannya? Atau dari lingkungannya?

Itulah pertanyaan yang ada dikepala saya, sejak dahulu lomb kaligrafi selalu di raih madrasah itu dan selama beberapa tahun setiap ada perlombaan tidak pernah juara satu, ada di rangking dua atau tiga. Saya terus Belajar menggali informasi baik dari YouTube dan media sosial lainnya, bahkan teknik yang mudah terus saya pelajari dan dipraktekkan untuk menambah wawasan tentang penulisan kaligrafi beserta ornamennya.

Bahkan anak saya sendiri yang terpilih sebagai peserta lomba Kaligrafi PORSENI MI tingkat kecamatan, saya leskan ke guru kaligrafi selama dua bulan untuk mengetahui cara membuat kaligrafi yang mudah, sederhana, cepat dan bisa juara. Alhamdulillah berbagai ilmu penulisan kaligrafi telah saya serap termasuk anak saya sudah menguasai teknik membuat kaligrafi sehingga bisa juara tiga.

Ada beberapa cara untuk menang dalam segala perlombaan, yaitu:

Konsisten, melatih secara terus menerus dan teratur, tidak hanya ketika ada perlombaan saja ada kegiatan les dengan waktu yang relatif singkat, tentunya hasilnya tidak akan maksimal. Ada tidaknya perlombaan guru dan siswa ada kegiatan les sesuai yang disepakati bersama. Guru, juga harus menguasai ilmu tersebut sehingga akan mampu membaca kekuatan dan kelemahan siswa dan bisa berusaha memperbaiki kekurangan yang ada. Serahkan kepada ahlinya, jika guru atau orang tua tidak mampu menguasai satu bidang ilmu terutama dalam perlombaan atau pertandingan sebaiknya anak atau siswa diserahkan atau dileskan kepada yang ahli dibidangnya. Mengetahui kekuatan dan kelemahan musuh, strategi ini membuka peluang kita untuk bisa tampil maksimal setelah mengetahui kekuatan lawan dari hasil pertandingan atau perlombaan, Jeli dengan kelemahan lawan maka kelemahan lawan ini menjadi kekuatan kita untuk menjadi juara. Dukungan orang tua akan menjadi satu kekuatan bagi anak dan sekolah sehingga anak percaya diri dalam menghadapi perlombaan, satu contoh biasanya siswa ketika mewarnai menggunakan crayon merk A yang tidak begitu bagus warnanya maka sebagai guru memberitahu kepada orang tuanya bahwasanya untuk menghasilkan gambar yang maksimal pakainya crayon merk B. Semangat siswa, walau sekolah, guru dan orang tua mensupport 1000% akan tetapi siswanya tidak mau ikut ya jangan dipaksa, carilah siswa yang benar-benar minat terhadap lomba tersebut. Doa, setelah semua usaha telah dilakukan maka langkah terakhir menyerahkan usaha kita kepada yang Maha kuasa. Keajaiban akan terwujud jika kita selalu berdoa. Jangan dianggap sepele kekuatan yang datang dari langit berupa Doa, Jika Allah SWT berkehendak, apa yang tidak mungkin akan mudah bagi diri-Nya untuk membolak-balikkan ekspektasi yang kita bangun dengan kekhawatiran yang ada dalam dada.

Demikian,.opini yang sangat sederhana ini, semoga bermanfaat dan tentunya dapat menjadi wawasan kepada kita untuk lebih maju lagi dengan kelemahan kita sendiri mampu menjadi sumber kekuatan untuk agar berada di atas impian kita.

====================================================

Garahan, 06 Februari 20925/Kamis, 07 Sya'ban 1446 H, 01.09 WI

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post