Apakah anda kenal dengan Nabi Sam'un? (T.391a)
apakah anda menonton film Samson? atau Simson? ternyata Samson itu adalah Nabi Sam’un Ghozi Alaihi Salam, dikenal dalam bahasa Ibrani sebagai Samson atau Simson, merupakan seorang nabi dalam ajaran Islam. Kisahnya banyak ditemukan dalam kitab-kitab seperti Muqasyafatul Qulub dan Qishashul Anbiya.
Dikenal memiliki kekuatan luar biasa, Nabi Sam’un tidak terkalahkan dalam peperangan. Namun, kelemahannya terletak pada rambutnya. Ia sering berperang dengan membawa pedang ajaib, yang menurut cerita dibuat dari tulang rahang unta bernama Liha Jamal.
Nabi Sam’un memiliki berbagai mukjizat, di antaranya dapat melunakkan besi dan merobohkan istana atas izin Allah. Senjata yang dimilikinya juga diyakini mampu mengeluarkan air saat ia kehausan dan menumbuhkan makanan saat ia kelaparan.
Perjalanan Hidup dan Ujian Nabi Sam’unKisah Nabi Sam’un merupakan cerita Israiliyat yang telah dikenal di Jazirah Arab jauh sebelum Rasulullah lahir. Ia digambarkan sebagai seorang hamba Allah yang sanggup beribadah selama 1.000 bulan dengan shalat malam serta berpuasa di siang harinya. Selain itu, ia juga menjadi pembela agama tauhid, melawan musuh-musuh Allah hanya berbekal tulang rahang unta.
Ketangguhannya membuat Raja Israil, penguasa kaum kafir saat itu, merasa terancam. Raja pun mencari cara untuk menundukkannya, bahkan menawarkan hadiah emas dan permata bagi siapa saja yang berhasil menangkap Nabi Sam’un.
Sayangnya, godaan duniawi membuat istrinya tergoda dengan imbalan besar dari Raja Israil. Ia pun mengkhianati suaminya. Suatu hari, karena kecintaan dan kepercayaannya kepada sang istri, Nabi Sam’un berkata, "Jika kau ingin menangkapku dalam keadaan tak berdaya, ikatlah aku dengan potongan rambutku."
Ketika Nabi Sam’un tertidur, istrinya mengikatnya dan menyerahkannya kepada sang raja. Namun, dengan kekuatan luar biasa yang diberikan Allah, ia dengan mudah melepaskan diri dari ikatan tersebut. Percobaan kedua pun dilakukan, namun lagi-lagi Nabi Sam’un mampu membebaskan diri.
Suatu waktu, ia kehilangan kekuatannya. Musuh-musuhnya segera menyerang dan menangkapnya. Ia disiksa dengan kejam, bahkan kedua matanya dibutakan, dan tubuhnya dipotong serta dipertontonkan di hadapan masyarakat.
Doa Nabi Sam’un dan Keajaiban yang TerjadiDalam keadaan lemah dan terikat, Nabi Sam’un memanjatkan doa kepada Allah. Ia bertobat dan memohon pertolongan atas keagungan-Nya. Doanya dikabulkan, dan istana sang raja beserta seluruh pengikutnya hancur, termasuk mereka yang mengkhianatinya.
Sebagai bentuk penebusan dosa, Nabi Sam’un bersumpah untuk berjuang menegakkan kebenaran dan menumpas kebatilan selama seribu bulan tanpa henti.
Ketika Rasulullah SAW menyampaikan kisah Nabi Sam’un yang berjuang fisabilillah selama 1.000 bulan, seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, bagaimana kami bisa beribadah seperti Nabi Sam’un?"
Saat itu, Rasulullah terdiam sejenak. Kemudian, turunlah wahyu berupa Surah Al-Qadar. Dalam wahyu tersebut, Malaikat Jibril menyampaikan bahwa di bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan, yang kita kenal sebagai Lailatul Qadar.
Disadur dari Pecinta shalawat, **(censored)**
Foto hanya ilustrasi saja
====================================================
Garahan, 19 Maret 2025/Rabu, 19 Ramadhan 1446 H, 22.48 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
