Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Esensi Hidangan Ramadhan (T.390)

Esensi Hidangan Ramadhan (T.390)

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana umat Islam dianjurkan untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, dalam praktiknya, banyak orang lebih sibuk mempersiapkan hidangan berbuka daripada memperkaya diri dengan ibadah dan amalan spiritual. Pasar dan restoran menjadi lebih ramai, sementara masjid sering kali hanya penuh saat tarawih, tetapi sepi saat tadarus Al-Qur'an. Tradisi berbuka dengan makanan berlimpah sering kali membuat orang lupa akan esensi utama Ramadhan, yaitu menahan diri dan meningkatkan ketakwaan. Akibatnya, sebagian orang lebih fokus pada kenikmatan duniawi daripada memperbaiki kualitas ibadah mereka.

Fenomena ini menunjukkan bahwa sebagian umat Islam lebih mengutamakan kebutuhan fisik dibandingkan kebutuhan rohani selama Ramadhan. Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam memilih makanan lezat, tetapi hanya sedikit waktu untuk membaca Al-Qur’an atau berzikir. Padahal, Rasulullah SAW mencontohkan kesederhanaan dalam berbuka dengan kurma dan air, bukan dengan makanan mewah yang berlebihan. Ironisnya, setelah berbuka dengan makanan berlimpah, banyak yang merasa terlalu kenyang hingga malas untuk melaksanakan shalat Isya dan Tarawih. Hal ini menunjukkan bahwa fokus berpuasa bagi sebagian orang telah bergeser dari ibadah menuju pemuasan selera makan.

Untuk mengembalikan makna sejati Ramadhan, umat Islam perlu menyeimbangkan antara kebutuhan jasmani dan rohani. Menyiapkan makanan berbuka memang penting, tetapi tidak seharusnya mengalihkan perhatian dari ibadah utama seperti shalat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Hidangan berbuka seharusnya menjadi sarana untuk menguatkan fisik agar bisa lebih giat beribadah, bukan menjadi tujuan utama. Dengan lebih mendahulukan hidangan keimanan—seperti ilmu, dzikir, dan amal shaleh—Ramadhan akan menjadi bulan yang benar-benar membawa perubahan spiritual. Jika umat Islam mampu mengutamakan ibadah dibandingkan urusan duniawi, maka keberkahan Ramadhan akan benar-benar terasa dalam kehidupan mereka.

====================================================

Garahan, 18 Maret 2025/ Selasa, 18 Ramadhan 1446 H, 12.50 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post