Ketika Lebaran tiba bagi si miskin (T.394a)
Di sebuah kampung kecil, hiduplah sebuah keluarga miskin yang terdiri dari seorang ibu dan dua orang anak laki-laki. Rumah mereka sangat sederhana dan tidak layak huni. Dindingnya retak-retak, atapnya bocor, dan lantainya tanah.
Suatu hari, saat lebaran tiba, anak pertama yang berumur 15 tahun, bernama Zayyid, bertanya kepada ibunya,
"Bu, kenapa setiap lebaran tidak ada sanak saudara yang datang ke rumah kita?"
Ibu Zayyid yang bernama Ibu Sri, menatap Zayyid dengan mata yang sedih.
"Anakku, rumah kita tidak seperti rumah orang lain. Rumah kita tidak memiliki tiang yang tinggi seperti istana, pagar tembok yang tinggi, dan mobil yang mewah. Kita tidak memiliki pakaian yang bagus dan mahal seperti orang lain."
Zayyid tidak mengerti.
"Tapi, Bu, apa hubungan antara rumah dan pakaian dengan saudara kita?"
Ibu Sri mengambil napas dalam-dalam.
"Anakku, saudara kita hanya akan datang ke rumah kita jika kita memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Mereka hanya akan datang jika kita memiliki rumah yang mewah, mobil yang bagus, dan pakaian yang mahal. Mereka akan berkata: 'Akulah saudaramu,' hanya jika kita memiliki sesuatu yang mereka inginkan.
Zayyid merasa sedih dan kecewa. Ia tidak mengerti mengapa saudara mereka harus seperti itu. Ia berpikir bahwa saudara seharusnya mencintai dan menghargai kita tidak peduli apa pun keadaan kita.
Ibu Sri memeluk Riko dan anaknya yang lain, yang berumur 10 tahun, bernama Andi.
"Jangan sedih, anakku. Kita memiliki sesuatu yang lebih berharga daripada harta dan kekayaan. Kita memiliki cinta dan kasih sayang yang tulus. Itu yang membuat kita kuat dan bahagia."
====================================================
Garahan, 24 Maret 2025/ Senin, 24 Ramadhan 1446 H, 23.52 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
