Menabur silaturahmi di bulan Syawal (T.403c)
Momen kebersamaan dalam keluarga besar adalah Idul Fitri. Menyatukan kesenjangan dan keregangan di antara insan yang terkendala dengan waktu dan jarak yang memisahkan, keberagaman sifat, watak atau karakteristik disatukan oleh silaturahmi yang mengikat. Hati yang bersih menerima kesalahan dan kekhilafan pada diri yang selalu terbersit dalam benak, dengan kata maaf mohon maaf lahir dan batin, memaafkan dan dimaafkan adalah cerminan diri akan kelemahan.
Seperti halnya lebaran kali ini, semua keluarga menanggalkan profesi, materi, jabatan yang dibanggakan selama ini, membersamai dalam ikatan keluarga hanya demi ingin bertemu dengan keluarga lainnya. Berbondong-bondong dengan kendaraan masing-masing menuju kediaman saudara yang jarang ketemu, satu tahun berpisah karena keadaan, pekerjaan yang menuntut ekonomi keluarga agar tetap stabil. Keluarga yang merantau harus mudik hanya demi berjumpa dengan sanak keluarga, teman, sahabat dan handai taulan.
Bercengkrama dengan topik yang berbeda, tak ada flexing atau merasa nomor satu dalam segala hal, menyambung tali silaturahmi yang menjadi idaman setiap orang yang dikunjungi, berupaya untuk selalu menjaga kerukunan antar sesama saudara. Meluangkan waktu bersama, makan-minum bersama sambil lalu menceritakan keadaan keluarga, menanyakan kabar berlanjut dengan pembicaraan yang mudah diserap dan dipahami dan tidak menyinggung perasaan satu sama lainnya.
Kembali fitrah (suci) baik perkataan dan perbuatan, kembali dalam keadaan kosong dari salah dan khilaf dan akan kembali berbuat hal-hal yang baik bahkan bila perlu tidak berbuat kesalahan yang sama dalam keseharian. Keluarga yang bahagia mendoakan keluarga yang kurang beruntung, keluarga yang belum mapan kita sambut dengan keramahan tanpa memilih keluarga yang mampu dijadikan saudara dekat dan menjadikan keluarga yang kurang mapan di anak tirikan.
Tetaplah menjadi insan Kamil, berusaha menjadi penyejuk bagi keluarga lain, selalu menjadi panutan bagi orang lain, berkomitmen untuk selalu menjaga silaturahmi agar keluarga kita selalu dilindungi oleh Allah SWT. Dengan Silaturahmi dapat melancarkan rezeki, mempererat hubungan nilai kemanusiaan, menjauhi diri dari musibah dan selalu bersyukur dengan keadaan sekarang.
======================================================
Garahan, 02 April 2025/Rabu, 03 Syawal 1446 H, 22.15 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
