Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penemu Islam yang terhapus dari Sejarah Dunia. Parts 22 (T.412)

Penemu Islam yang terhapus dari Sejarah Dunia. Parts 22 (T.412)

Seorang muslimah yang sangat berjasa dalam peradaban dunia, Kita tidak mengetahui sosok wanita ini seolah-olah memang tenggelam dalam peredaran bumi. Sedikit yang mengetahui sepak terjang beliau dalam sejarah dunia, bahkan saya sendiri jika tidak membaca buku dan artikel wanita-wanita muslimah yang berjasa di kancah dunia tentunya tidak akan mengenal Lubna di Cordoba (Spanyol Muslim).

Lubna dari Córdoba: Perempuan Cerdas dari Istana Andalusia

Di sebuah kota megah bernama Córdoba, yang terletak di wilayah Andalusia (Spanyol sekarang), hiduplah seorang perempuan cerdas bernama Lubna. Ia bukanlah seorang putri kerajaan, tetapi namanya harum mewangi di antara para cendekiawan dan pemimpin istana. Pada abad ke-10 Masehi, ketika Kekhalifahan Umayyah berkuasa, Córdoba menjadi pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan peradaban Islam di Eropa. Di sanalah Lubna hidup dan berkarya.

Sejak muda, Lubna dikenal sangat cerdas. Ia pandai membaca, menulis, dan menguasai ilmu matematika serta tata bahasa Arab. Kecerdasannya membuatnya dipercaya bekerja di istana sebagai juru tulis (scribe) dan sekretaris Khalifah Al-Hakam II. Namun, tugasnya tidak hanya menulis surat. Lubna juga dipercaya untuk mengelola perpustakaan istana, yang memiliki ribuan buku dari berbagai ilmu pengetahuan, termasuk kedokteran, astronomi, filsafat, dan sastra.

Lubna bukan hanya penjaga buku, tetapi juga seorang penyalin dan editor naskah-naskah ilmiah. Ia memperbaiki teks-teks yang rusak, menerjemahkan, dan bahkan memberikan catatan ilmiah atas tulisan-tulisan para ilmuwan besar. Dalam dunia yang didominasi oleh kaum laki-laki, Lubna berdiri sejajar dengan para cendekiawan ternama. Ia membuktikan bahwa seorang perempuan bisa berperan besar dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Banyak orang dari berbagai negara datang ke Córdoba untuk belajar, dan mereka kagum ketika melihat seorang perempuan menjadi pusat ilmu di istana. Lubna menjadi simbol perempuan terpelajar dan dihormati, bukan hanya karena kepandaiannya, tetapi juga karena kerendahan hati dan dedikasinya terhadap ilmu.

Kini, nama Lubna mungkin tidak sering terdengar di buku-buku sejarah umum, namun jejaknya tetap hidup sebagai inspirasi bagi generasi masa kini. Ia mengajarkan bahwa ilmu adalah cahaya, dan siapa pun yang mencintai ilmu – baik laki-laki maupun perempuan – dapat memberi terang bagi dunia.

======================================================

Garahan, 12 April 2025/ Sabtu, 13 Syawal 1446 H, 07.44 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post