Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Tradisi Ter-Ater Jejen Lebaran (T.405a)

Tradisi Ter-Ater Jejen Lebaran (T.405a)

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri merupakan perayaan kemenangan atas puasa selama 30 hari selama bulan Ramadan. Lebaran banyak menciptakan budaya dan tradisi yang beredar di seluruh penjuru Nusantara, menghasilkan kultur budaya yang melekat dalam diri perkampungan dan meneruskan tradisi yang sudah sejak zaman dahulu yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Entahlah siapa yang menciptakan tradisi dan adat budaya yang beredar di masyarakat selama ini? selagi budaya tersebut tidak menyimpang dari kaidah agama, sebagai generasi penerus berusaha melestarikannya dan mewariskannya kepada anak cucu kita.

Ter-Ater Jejen, begitulah istilah yang ada di masyarakat di Kabupaten Jember khususnya wilayah berada di Jember Timur dan Jember Utara yang terpengaruh atau terasimilasi budaya suku Madura. Ter-Ater Jejen jika di terjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia adalah mengantarkan kue. Secara Harfiah mempunyai arti satu keluarga mengantarkan kue (buah tangan) kepada saudara atau sahabat yang dikunjungi di saat Lebaran berupa kue kering, minyak goreng, gula, mie instans, kurma dan lain-lainnya berupa sembako, terserah kemampuan personel. Kalau di populerkan berupa parcel kecil. 

Ada rasa malu dan berdosa bila berkunjung ke satu keluarga tidak membawa buah tangan artinya buah tangan tersebut sebagai pengikat hubungan antar keluarga. Apakah ada resiko bila berkunjung ke rumah saudara atau sahabat tidak membawa oleh-oleh? Tentu! resiko yang akan diperoleh adalah berupaya cibiran, diomongin saudara, di jadikan bahan pembicaraan dan akan dibalas yang sama apabila ia berkunjung, dikucilkan dan parahnya lagi lebaran yang akan datang tidak akan dikunjungi lagi. Berat memang resiko yang kita sandang apabila kita melanggar norma-norma budaya. Apakah kita harus mengubah tradisi yang sudah ada?

Menyikapi adat istiadat yang ada di masyarakat memerlukan pemahaman, penghargaan, dan partisipasi yang aktif. Berikut beberapa cara untuk menyikapi adat istiadat yang ada di masyarakat:

Menghormati dan Menghargai

1. Pahami makna dan tujuan: Cari tahu tentang latar belakang dan makna di balik adat istiadat tersebut.

2. Hormati tradisi: Jangan meremehkan atau menganggap adat istiadat sebagai kuno atau tidak relevan.

3. Hargai keragaman: Sadari bahwa adat istiadat dapat berbeda-beda antar daerah dan komunitas.

Mengikuti dan Menjalankan

1. Ikuti aturan dan norma: Jika Anda berada di daerah dengan adat istiadat tertentu, ikuti aturan dan norma yang berlaku.

2. Jalankan dengan penuh kesadaran: Lakukan adat istiadat dengan penuh kesadaran dan penghargaan, bukan hanya karena kewajiban.

3. Jangan memaksakan: Jangan memaksakan orang lain untuk mengikuti adat istiadat yang tidak mereka kenal atau tidak mereka setujui.

Melestarikan dan Mengembangkan

1. Pelajari dan dokumentasikan: Pelajari dan dokumentasikan adat istiadat untuk melestarikannya.

2. Ajarkan kepada generasi muda: Ajarkan adat istiadat kepada generasi muda agar mereka dapat memahami dan melestarikannya.

3. Kembangkan dengan kreatif: Kembangkan adat istiadat dengan kreatif dan inovatif, namun tetap menjaga esensi dan makna yang ada.

Menghadapi Perubahan dan Konflik

1. Terbuka terhadap perubahan: Terbuka terhadap perubahan dan penyesuaian yang diperlukan untuk melestarikan adat istiadat.

2. Cari solusi yang bijak: Cari solusi yang bijak dan adil jika terjadi konflik antara adat istiadat dan kepentingan lain.

3. Jaga komunikasi yang baik: Jaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan semua pihak yang terkait.

Dengan menyikapi adat istiadat dengan cara-cara di atas, kita dapat melestarikan dan mengembangkan tradisi yang ada, serta memperkuat kebudayaan dan keharmonisan masyarakat.

Nah, jika kita menemukan adat istiadat yang ada di masyarakat sebaiknya kita ikuti apa yang menjadi tradisi yang ada di lingkungan kita.

===========================================================

Garahan, 04 April 2025/ Jum'at, 05 Syawal 1446 H, 23.29 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post