Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Alam berbicara tanpa kata (T.443)

Alam berbicara tanpa kata (T.443)

Banyak kita baca dan melihat di media sosial, media elektronik dan media massa dari jaman dahulu sampai sekarang, seorang atau rombongan. pendaki gunung sering tersesat bahkan kehilangan nyawa. Tersesat di hutan bukanlah hal mudah untuk dipecahkan bahkan menjadi ketakutan yang luar biasa pada diri seseorang. Bahkan seseorang yang mengalami tersesat dihutan berhasil selamat banyak hal mistis yang ia alami sampai dirasakannya berhari-hari. 

Memang hutan itu penuh dengan misteri, hanya beberapa di antara penjelajah atau pendaki gunung yang mampu dan berhasil selamat dari lingkaran misteri hutan. Bagi orang yang sering keluar masuk hutan sangatlah mudah untuk menhari jalan keluar. Lalu bagaimana dengan kita yang minim ke jalur hutan? Bisa jadi kita akan tersesat dan takkan kembali lagi seperti yang ada di film-film. 

Untuk menjawab pertanyaan di atas salah satunya adalah mencari pohon yang ada disekitar kita kalau bisa mencari pohon yang tidak begitu lebat dan terkena sinar matahari. Cobalah perhatikan pada gambar di atas! Apakah yang anda temukan pada pohon tersebut? Apakah bisa diraba jawabannya? Jika kita tersesat dimana saja khususnya dihutan  bagi yang suka keluyuran di alas tentunya dapat menemukan kunci mata angin dengan mudah sekalipun malam tiba. Alam telah menjelaskan jika kita tersesat di dalam hutan namun kita tidak menyadari tanda-tanda alam yang terpasang di depan kita. 

Kembali kita melihat pohon yang ada pada gambar di atas, ada apa disisi kanan dan sisi kiri bila kita membelah kayu tersebut? Jawabannya adalah yang kanan berwarna hijau dan yang sebelah kiri coklat keabu-abuan. Pada sisi kiri kulit pohon pinus banyak ditumbuhi lumut dan sisi kanan kulit tersebut tidak ditumbuhi lumut. Sangatlah jelas bahwa alam telah memberikan. Jawaban pada pohon tersebut yaitu sebelah kiri yang ditumbuhi lumut berati arah timur karena secara alamiah lumut membutuhkan sinar matahari untuk proses fotosintesis pada pagi hari sedangkan sisi pohon sebelah kanan menandakan arah barat karena cahaya matahari sore hari hanya sebagian kecil yang dibutuhkan sehingga kita bisa menebak dan menentukan marah mata angin dan akhirnya kita mammpu menentukan arah timur, barat, Utara dan selatan.  Alam tanpa berkata sejak dahulu telah memberikan kode agar tidak tersesat di dalam hutan.

====================================================

Garahan, 12 Mei 2925 / Senin, 14 Dzulqo'dah 1446 H. 00.29 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post