Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bab 7  Panggung Tingkat Kabupaten (T.448)

Bab 7 Panggung Tingkat Kabupaten (T.448)

Hari yang dinanti akhirnya tiba. Zahira mengenakan kostum tari berwarna keemasan dengan corak batik klasik. Selendang merah nenek Fransiska melilit anggun di pinggangnya, berkilau terkena cahaya matahari pagi. Wajahnya tenang, meski jantungnya berdetak cepat.

“Nenek Fransiska yakin kamu akan membuat orang-orang terdiam, bukan karena penampilanmu, tapi karena jiwamu yang bicara lewat gerak,” kata nenek Fransiska seraya merapikan sanggul Zahira.

Zahira mengangguk.

“Zahira akan menari bukan hanya untuk Zahira, tapi juga untuk nenek Fransiska.”

Mereka berangkat ke kota kabupaten dengan mobil yang disediakan panitia. Di dalam mobil, suasana hening. Zahira memandang jalanan yang makin ramai, dengan pepohonan tinggi dan baliho besar bertuliskan Festival Seni Tradisional Kabupaten Suko Lestari.

Setiba di gedung kesenian, Zahira langsung merasa kecil. Para penari dari berbagai kecamatan tampak begitu percaya diri. Kostum mereka mewah, gerakan pemanasan mereka penuh teknik tinggi. Zahira menelan ludah.

“Santai, Zahira,” kata Pak Rafi yang ikut mendampingi.

“Mereka berpengalaman, iya. Tapi pengalaman bukan satu-satunya yang menentukan. Tulus dan jujur saat menari itu yang membedakan.”

Zahira berusaha menguatkan hati. Ia menuju ruang ganti, mengenakan make-up panggung, lalu duduk diam di sudut sambil memejamkan mata. Ia membayangkan dirinya menari di ruang tamu bersama nenek Fransiska, suara musik dari radio tua, dan tawa kecil nenek Fransiska yang memuji gerakannya.

Itu cukup untuk membuatnya tenang kembali.

Giliran Zahira tampil adalah urutan ke-15. Saat ia dipanggil, lampu sorot panggung menyala hangat. Musik tradisional dari gamelan dan suara seruling mulai mengalun.

Langkah pertamanya ringan namun tegas. Gerakan tangannya mengalun seperti angin. Kakinya menapak seirama degup jantungnya. Zahira bukan hanya menari ia bercerita.

Penonton diam. Bahkan para juri saling melirik, terkesima oleh satu hal yang sulit dijelaskan: aura Zahira yang menyihir tanpa perlu berlebihan.

Ketika ia menyentuhkan ujung selendang merah ke lantai di akhir tarian, suasana masih hening selama dua detik... lalu tepuk tangan pecah, bergemuruh, berdiri. Zahira menunduk, menahan air mata. Ia telah menari sebaik mungkin. Dan ia tahu nenek Fransiska pasti bangga.

Sore itu, pengumuman pun tiba. Semua peserta berkumpul di aula utama. Zahira berdiri di antara kerumunan, tangannya menggenggam kuat selendangnya.

“Juara satu Festival Tari Tradisional Kabupaten Suko Lestari tahun ini jatuh kepada… Zahira Maulidatun Nisa dari Kecamatan Garahan!”

Suara bergema, dan untuk sesaat dunia Zahira terasa berhenti. Ia melihat ke arah nenek Fransiska di sudut ruangan yang tersenyum penuh haru. Air mata Zahira menetes.

Ia naik ke panggung, menerima piala besar dan piagam. Di antara tepuk tangan, ia hanya bisa berkata dalam hati,

“Ini untukmu, Nek.”

Malamnya, di rumah, Zahira dan nenek Fransiska duduk di teras, ditemani bulan sabit dan secangkir teh jahe.

“Kamu tahu, Zahira?” bisik nenek Fransiska.

“Selendang merah ini dulu pemberian ibu nenek Fransiskamu. Dulu, aku ragu apakah aku bisa menari seperti beliau. Tapi hari ini, kamu buktikan bahwa warisan itu tak pernah benar-benar mati.”

Zahira menatap langit.

“Zahira ingin terus menari, Nek. Menari bukan hanya untuk lomba, tapi juga untuk melestarikan yang hampir punah.”

Nenek Fransiska memegang tangan Zahira erat.

“Kalau begitu, kelak bukan hanya selendang merah ini yang kamu wariskan, tapi juga semangat dan cintamu pada budaya.”

Zahira tersenyum. Ia tahu, petualangannya baru dimulai. Di balik kemenangan, masih banyak panggung yang menanti, lebih besar, lebih menantang. Tapi satu hal yang pasti ia tidak akan pernah sendiri, selama ada cerita yang ia bawa dalam geraknya, dan cinta yang diwariskan dari nenek Fransiska tercinta.

=================================================================

Garahan, 17 Mei 2025 / Sabtu, 19 Dzulqo'dah 1446 H, 13.53 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post