Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bangga memakai Jarik tari Gandrung (T.450a)

Bangga memakai Jarik tari Gandrung (T.450a)

Menjadi seorang penari tradisional bukan hanya tentang menghafal gerakan atau tampil di panggung. Lebih dari itu, menjadi penari adalah perwujudan cinta dan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Bagi saya, mengenakan jarik Gandrung Gajah Oling meski hanya selembar sudah cukup membuat hati ini penuh haru dan bangga. Jarik itu bukan sekadar kain, melainkan simbol dari semangat, harapan, dan komitmen untuk terus melestarikan warisan budaya Banyuwangi.

Tari Gandrung adalah salah satu ikon budaya Banyuwangi yang terkenal, tidak hanya di tingkat lokal, tapi juga nasional bahkan internasional. Tarian ini tidak bisa dipisahkan dari berbagai properti pendukung seperti jamang, kipas, selendang, dan omprok (mahkota) Semua properti tersebut memiliki makna filosofis masing-masing dan berperan penting dalam membentuk karakter penari Gandrung di atas panggung. Namun, untuk bisa memiliki semuanya tentu membutuhkan proses, terutama dari segi biaya.

Saya sadar, perjalanan saya sebagai penari Gandrung masih panjang. Saat ini, saya baru mampu mengenakan jarik Gandrung bermotif Gajah Oling. Namun, saya tidak pernah merasa minder atau kecil hati. Justru dari selembar jarik itulah semangat saya menyala. Saat memakainya, saya merasa menjadi bagian dari sejarah panjang tradisi Banyuwangi. Ada getaran kebanggaan setiap kali melilitkannya di tubuh, seakan suara gamelan dan syair-syair Gandrung turut mengalir bersama denyut nadi saya.

Memang, ada harapan besar dalam hati ini suatu hari nanti saya bisa melengkapi diri dengan properti Gandrung secara lengkap. Saya membayangkan tampil mengenakan jamang yang berkilau, selendang yang melambai anggun, kipas yang meliuk gemulai, dan omprok yang mempertegas jati diri seorang penari sejati. Harapan itu bukan sekadar mimpi kosong, melainkan motivasi yang mendorong saya untuk terus belajar, menabung, dan tidak menyerah.

Kebanggaan tidak selalu datang dari kemewahan. Bahkan dari sesuatu yang sederhana seperti selembar jarik kita bisa merasakan makna yang dalam. Yang terpenting adalah niat, usaha, dan ketulusan hati dalam menekuni seni. Saya percaya, ketika kita mencintai budaya kita dengan tulus, maka semesta akan membuka jalan. Dukungan bisa datang dari teman, guru, komunitas, bahkan dari orang yang tak terduga. Yang penting, jangan pernah berhenti bermimpi dan berjuang.

Saya ingin suatu hari nanti, ketika berdiri di panggung membawa nama seni daerah, saya sudah lengkap dengan seluruh atribut tari Gandrung. Tapi sebelum hari itu tiba, saya akan terus menari, terus belajar, dan terus mengenakan jarik Gandrung dengan bangga. Karena dari situlah semuanya bermula dari cinta dan bangga pada budaya sendiri.

Semoga semangat ini tidak hanya menginspirasi diri saya, tapi juga mereka yang sedang menapaki jalan yang sama. Mari kita jaga budaya kita, mulai dari hal kecil, mulai dar diri sendiri.

====================================================

Garahan, 21 Mei 2025/ Rabu, 23 Dzulqo'dah 1446 H, 23.27 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post