Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Adigang, Adigung, Adiguna (T.477)

Adigang, Adigung, Adiguna (T.477)

Bab 6: Pertemuan Tiga Raja Pagi itu, kabut lembut masih menyelimuti Hutan Damai. Burung-burung berkicau lirih, dan angin berhembus perlahan seolah tak ingin mengusik sesuatu yang besar sedang terjadi.

Di tengah hutan, di sebuah lapangan alami yang biasa disebut Tanah Tengah, tiga raja besar akhirnya berkumpul: Raja Kijang dari Padang Ilalang, Raja Gajah dari Derap Rimba, dan Raja Ular dari Lilin Daun.

Pertemuan ini bukanlah karena rasa persaudaraan. Bukan pula karena ingin bekerja sama. Tapi karena masing-masing raja mendengar kabar: “Raja lain sedang mengaku paling hebat.”

Raja Kijang datang lebih dulu, tubuhnya ramping dan matanya tajam. Ia mondar-mandir sambil menghentakkan kakinya.

“Aku yang tercepat. Aku tiba lebih dulu. Sudah terbukti siapa yang paling unggul.”

Tak lama kemudian, bumi bergetar. Ranting-ranting bergoyang. Raja Gajah datang bersama pasukan kecilnya. Ia berhenti tepat di depan Raja Kijang dan mendengus, “Cepat bukan berarti kuat. Satu tendanganku bisa membuat tanah ini retak.”

Raja Kijang mengangkat dagunya.

“Tapi kekuatan tanpa arah hanya akan menghancurkan. Coba tangkap aku kalau bisa!” Ia meloncat dan berlari kecil mengitari Raja Gajah dengan angkuh.

Sementara itu, di antara bayangan pohon besar, seekor makhluk melata perlahan mendekat. Tubuhnya nyaris tak bersuara, namun tatapannya tajam menyisir sekeliling. Raja Ular muncul dari balik akar pohon.

“Ada suara ramai di Tanah Tengah. Rupanya dua singa hutan sedang adu suara.” Ia menyeringai licik.

“Tapi apa yang kalian bicarakan?”

Raja Gajah memelototi Raja Ular.

“Kita sedang membahas siapa yang paling pantas memimpin Hutan Damai!”

“Dan itu pasti aku!” sela Raja Kijang cepat.

“Aku yang tercepat, bisa memimpin hutan ini menghindari bahaya kapan pun datang!”

Raja Gajah mendengus.

“Tanpa kekuatan, kamu hanya bayangan. Aku bisa melindungi hutan ini dengan tenagaku!”

Raja Ular tersenyum datar.

“Cepat tak cukup. Kuat pun belum tentu berguna. Hutan ini butuh pemimpin yang berpikir jauh ke depan, penuh strategi. Dan itu... aku.”

Ketiganya saling menatap. Udara menjadi tegang. Burung-burung terdiam. Tupai berhenti memanjat. Bahkan dedaunan seperti enggan bergerak.

Lalu Raja Gajah menghentakkan kakinya.

“Bagaimana kalau kita adakan lomba hebat-hebatan?!”

Raja Kijang mengangguk cepat.

“Setuju! Aku pasti menang!”

Raja Ular melirik keduanya, lalu mengangguk perlahan.

“Kalau itu bisa membuktikan siapa yang paling hebat, aku ikut.”

Tiba-tiba, dari balik semak-semak, terdengar suara kecil,

“Tapi... kenapa harus berlomba? Bukankah hutan ini cukup luas untuk kita bertiga?”

Semua menoleh. Seekor burung pipit mungil berdiri di atas ranting, suaranya lembut tapi jelas.

“Siapa kamu berani menyela?” tegur Raja Gajah.

“Aku... Pipit,” jawabnya pelan.

“Aku hanya ingin hutan ini damai. Kenapa tidak duduk bersama dan bicara?”

Raja Kijang tertawa.

“Pipit? Hahaha! Burung kecil seperti kamu mau mengatur raja?”

Raja Ular menyipitkan mata.

“Kau boleh bijak, tapi terlalu kecil untuk didengar.”

Burung Pipit menghela napas dan terbang pergi. Namun sebelum menghilang, ia berkata,

“Satu hari nanti, kalian akan tahu... yang kecil pun bisa membawa perubahan.”

Ketiga raja saling menatap. Mereka sudah terlalu terlanjur tinggi hati untuk mendengar Pipit. Maka mereka sepakat:

“Besok, kita lomba! Siapa yang paling hebat, dialah Raja Segala Raja di Hutan Damai!”

=================================================================

Garahan, 14 Juni 2025 /Sabtu Pahing, 17 Dzulhijjah 1446 H, 07.48 WIB

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post