Adigang, Adigung, Adiguna (T.478)
Bab 7: Siapa yang Paling Hebat? Keesokan harinya, Hutan Damai dipenuhi desas-desus dan bisikan penasaran. Dari ujung hutan hingga tepi sungai, semua hewan membicarakan hal yang sama: Lomba Hebat-Hebatan antar Tiga Raja.
“Siapa yang akan menang?” tanya seekor kelinci pada temannya.
“Pasti Raja Gajah! Dia kuat sekali,” jawab si landak sambil menggigit apel.
“Ah, tapi Raja Kijang cepatnya luar biasa. Aku pernah lihat dia melompat dari satu bukit ke bukit lain!” saut burung merak.
“Kalau aku, pilih Raja Ular,” bisik si musang.
“Pintar dan tak bisa ditebak. Diam-diam bahaya.”
Semua berkumpul di Tanah Tengah, tempat lomba akan dimulai. Tiga raja berdiri dengan gagah, masing-masing siap membuktikan kehebatan mereka.
Di hadapan mereka, seekor rusa tua hewan paling bijak di hutan ditunjuk sebagai juri. Ia batuk kecil lalu berkata,
“Lomba ini terdiri dari tiga bagian: kecepatan, kekuatan, dan kecerdikan. Setiap raja akan diuji dalam ketiga hal. Siapa yang paling unggul dalam keseluruhan, dialah pemenangnya.”
Lomba Pertama: Kecepatan.
Lintasan sudah disiapkan: jalur lurus sepanjang sungai, penuh bebatuan dan akar pepohonan.
Raja Kijang berdiri paling depan, kakinya menghentak-hentak kecil, tak sabar.
“Tiga... dua... satu... lari!”
Dalam sekejap, Raja Kijang melesat bagai angin. Debu dan dedaunan beterbangan. Di belakangnya, Raja Gajah berusaha mengejar, tapi tubuh besarnya lambat.
Raja Ular? Ia meluncur pelan tapi pasti di sela-sela semak. Namun tetap saja, Raja Kijang mencapai garis akhir jauh lebih dulu.
Semua bersorak.
“Raja Kijang menang!”
Raja Kijang tersenyum lebar.
“Lihat? Aku yang tercepat!”

Lomba Kedua: Kekuatan.
Para juri membawa sebuah batang pohon besar yang roboh semalam karena angin. Tantangannya: siapa yang bisa memindahkan pohon itu paling jauh.
Raja Gajah maju dengan percaya diri. Ia menundukkan kepalanya, lalu... “DOR!” Dorongannya membuat batang pohon itu meluncur hampir sepuluh meter!
Raja Kijang mencoba mendorong, namun tubuhnya terlalu ringan. Pohon itu nyaris tak bergerak.
Raja Ular melilit pohon itu, lalu menarik dengan seluruh ototnya. Tapi hanya bergeser sedikit.
Raja Gajah mengangkat belalainya tinggi.
“Jelas, aku pemenangnya!”

Lomba Ketiga: Kecerdikan.
Juri memberikan teka-teki:
“Di balik pohon tua, ada harta yang dijaga semut merah. Tapi siapa pun yang tergesa, akan disengat. Siapa yang bisa mengambilnya tanpa diserang, dialah yang cerdas.”
Raja Kijang langsung melesat ke pohon tua. Tapi begitu ia menyentuh harta yang dimaksud sebuah kantung biji langka semut merah menyerbu kakinya! Ia melompat mundur sambil mengaduh.
Raja Gajah mencoba menggunakan belalainya. Tapi ketika ranting pohon tersenggol, semut merah jatuh ke tubuhnya. Ia mengibaskan telinganya panik.
Raja Ular meluncur perlahan. Ia melihat jalan tersembunyi di balik akar. Lalu dengan tenang masuk dari sisi belakang pohon, menjulurkan ekor, dan... mengambil kantung biji tanpa mengganggu sarang semut.
Semua hewan terdiam, lalu bersorak,
“Raja Ular menang bagian kecerdikan!”
Rusa tua mengelus janggutnya.
“Tiga raja, tiga kelebihan. Tapi siapa yang paling hebat...?”
Raja Kijang membusungkan dada.
“Aku menang kecepatan!”
“Aku menang kekuatan!” bentak Raja Gajah.
“Dan aku yang paling cerdik,” desis Raja Ular, tenang.
Semua hewan mulai ribut kembali, berdebat siapa pemenangnya. Tiga raja saling pandang dengan mata penuh tantangan.
“Kita belum selesai!” kata mereka serempak.
“Besok, kita akan mengadakan final! Satu lomba terakhir untuk menentukan siapa raja sesungguhnya!”
Semua terdiam. Apa lagi yang akan mereka buktikan?
===========================================================================================
Garahan, 15 Juni 2025 / Ahad Pon, 18 Dzulhijjah 1446 H, 10.11 WIB
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
