Adigang, Adigung, Adiguna (T.474)
Bab 4: Raja Gajah Sang Penguasa Rimba Di bagian barat Hutan Damai, berdirilah kerajaan besar yang kokoh dan megah: Kerajaan Derap Rimba. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja Gajah, hewan terbesar dan terkuat di seluruh hutan. Langkahnya berat dan bergemuruh, hingga tanah pun bergetar saat ia berjalan. Ia selalu diiringi kawanan gajah muda yang gagah dan pasukan badak yang menjaga wilayahnya.
Raja Gajah terkenal bukan hanya karena kekuatannya, tapi juga karena... kesombongannya.
“Akulah yang terkuat! Tak ada yang bisa menandingi kekokohan tubuhku!” katanya dengan suara keras yang menggema di antara pepohonan.
“Lihat pohon itu!” Ia menunjuk pohon besar dan tua. Dengan satu dorongan belalainya yang kuat, pohon itu tumbang seketika.
“Wah... luar biasa!” seru para prajuritnya sambil bertepuk belalai.
Namun tidak semua hewan di Kerajaan Derap Rimba menyukai cara Raja Gajah memimpin. Banyak yang merasa takut. Setiap keputusan selalu disertai ancaman, “Kalau kalian tidak ikut perintahku, akan kuhancurkan semak rumahmu!” Bahkan burung-burung yang bersarang di pohon tinggi pun harus mencari tempat lain, karena banyak pohon ditebang demi membangun jalan besar yang bisa dilalui sang raja dengan nyaman.
Raja Gajah menganggap kekuatan adalah segalanya. Ia tak suka jika ada yang berkata bijak atau menyarankan cara damai. Baginya, hanya yang kuat yang berhak memimpin.
“Kalau Raja Kijang bangga dengan kecepatannya,” kata Raja Gajah suatu hari sambil tertawa besar,
“Itu karena ia tak punya kekuatan. Apa gunanya cepat jika sekali injak saja ia bisa terluka?”
Pada suatu pagi, Raja Gajah mengumpulkan rakyatnya. Ia berdiri di atas batu besar yang disebut Batu Kekuasaan.

“Hari ini,” serunya lantang,
“kita akan latihan kekuatan! Setiap hewan harus menunjukkan kemampuannya menghancurkan batu, menggoyang pohon, atau menggali tanah dengan tanduk dan cakar! Kita harus siap jika musuh datang!”
Kura-kura menelan ludah. Tupai gemetar. Bahkan macan tutul muda pun menunduk cemas. Hutan ini tak sedang perang, tapi Raja Gajah bersikeras bahwa kekuatan harus selalu diperlihatkan.
“Tak boleh ada yang lemah!” tegas Raja Gajah.
“Yang lemah tak layak hidup di Kerajaan Derap Rimba!”
Seekor burung hantu tua akhirnya memberanikan diri berkata,
“Tapi, Yang Mulia... bukan hanya kekuatan yang dibutuhkan untuk memimpin. Kadang, kepala yang dingin dan hati yang tenang lebih kuat dari otot mana pun.”
Semua terdiam.
Raja Gajah mendekati burung hantu itu. Dengan suara berat dan tatapan tajam, ia berkata,
“Hmmm... kata-katamu menarik. Tapi sayang, burung sepertimu terlalu kecil untuk mengerti urusan para raja.”
Burung hantu hanya mengangguk dan terbang pergi, hatinya sedih tapi tidak marah. Ia tahu, raja mereka belum siap mendengar kebenaran yang lembut.
Hari demi hari, Raja Gajah terus membuktikan kekuatannya. Ia mendobrak batu, merobohkan pohon, dan membangun istana dari kayu terkuat. Tapi tanpa ia sadari, banyak hewan mulai menjauh. Suara burung-burung tak lagi terdengar di sekitarnya. Rusa dan kijang memilih bersembunyi di padang rumput yang lebih tenang. Bahkan angin pun terasa enggan berhembus di wilayah itu.
Raja Gajah tetap tak peduli. Baginya, diam mereka berarti takut. Dan rasa takut itulah yang menunjukkan siapa penguasa sejati.
Namun di kejauhan, seekor burung pipit kecil sedang memperhatikan semuanya dari atas cabang. Ia menggeleng pelan.
“Besar tubuh bukan jaminan besar hati,” bisiknya, lalu ia kembali terbang melintasi hutan, mencari tahu kisah raja yang lain.
=================================================================
Garahan, 12 Juni 2025 / Kamis Kliwon, 15 Dzulhijjah 1446 H, 07.45 WIB

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
