Jumari Tito, S.Pd, M. Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mengukir Mimpi dengan Jemari (T.478a)

Mengukir Mimpi dengan Jemari (T.478a)

 

Di tengah hiruk pikuk kehidupan, terselip kisah-kisah sederhana yang menyimpan bara semangat tak padam. Salah satunya adalah kisah Tito, seorang pengrajin aksesori tari dan kostum adat Indonesia. Meski masih dalam proses belajar, kecintaannya pada seni tradisi dan semangat wirausaha telah membawanya selangkah demi selangkah menggapai mimpi.

Beberapa hari terakhir, Tito disibukkan dengan pesanan bando tari dan aksesori adat lainnya. Selain menjual hasil karyanya, ia juga menawarkan jasa penyewaan. Sebuah peluang datang ketika seorang ibu hendak menyewa kostum dan aksesori Tari Papua untuk enam orang. Sayangnya, stok aksesori Papua buatan Tito baru tersedia satu. Semangat untuk memenuhi permintaan pelanggan membara dalam dirinya.

Malam itu, Tito begadang hingga pukul dua dini hari. Dengan telaten, jemarinya merangkai manik-manik, mengukir detail pada ukiran kayu, berusaha mewujudkan enam aksesori yang dibutuhkan. Namun, waktu tak berpihak padanya. Hingga larut malam, baru dua aksesori yang berhasil diselesaikan. Dengan berat hati, ia memutuskan untuk beristirahat dan melanjutkan pekerjaannya keesokan harinya.

Pagi menyapa dengan kabar yang tak terduga. Pesan singkat dari ibu penyewa masuk ke ponsel sang istri. Pembatalan penyewaan. Rupanya, instruksi dari guru tari mengubah rencana, dan murid-murid hanya perlu mengenakan rok rafia. Sebuah pukulan kecil bagi Tito, mengingat ia tidak menyediakan rok rafia atau goni. Kekecewaan tentu menyelimuti hatinya.

Namun, Tito bukanlah sosok yang mudah menyerah. Ia memilih untuk tidak larut dalam kekecewaan. Dengan tekad yang sama, ia melanjutkan pembuatan sisa aksesori Papua tersebut. Dalam benaknya, terpatri keyakinan bahwa karyanya pasti akan menemukan pemiliknya. Mungkin esok, atau lusa, akan ada penari atau sanggar yang membutuhkan sentuhan autentik aksesori buatannya.

Kisah Tito adalah cerminan dari semangat pantang menyerah dan optimisme. Di tengah tantangan dan ketidakpastian, ia memilih untuk terus berkarya. Setiap manik yang terpasang, setiap ukiran yang terpoles, adalah wujud dedikasinya pada seni tradisi dan impiannya untuk membangun usaha yang sukses.

Semangat Tito mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Akan ada rintangan, kekecewaan, dan tantangan yang menghadang. Namun, dengan keyakinan pada diri sendiri, ketekunan, dan cinta pada apa yang kita kerjakan, setiap langkah kecil akan mengantarkan kita semakin dekat pada tujuan. Tito, dengan jemarinya yang terus menari di atas bahan-bahan kerajinan, sedang mengukir jalannya menuju kesuksesan, satu demi satu aksesori yang indah.

================================================================

Garahan, 15 Juni 2025 / Ahad Pon, 18 Dzulhijjah 1446 H, 10.31 WIB

 
DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post